Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kasus kecelakaan kerja di Banjarmasin masih cukup tinggi terbukti selama Januari hingga Juli kecelakaan kerja mencapai 102 kasus dengan sektor tertinggi adalah industri pengolahan atau pabrik.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Banjarmasin, Agus Surono di Banjarmasin usai melakukan sidak ke beberapa perusahaan di Banjarmasin, Kamis, mengatakan, Banjarmasin memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi dibanding daerah lain di Kalsel.
Hal tersebut, kata dia, dipicu perilaku pekerja yang kurang mengindahkan standar keselamatan dan keamanan kerja (K3), sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Selain itu, kata dia, juga didukung oleh kurangnya perhatian pelaku usaha terhadap pentingnya penerapan standar K3 di lingkungan perusahaannya.
"Seperti standar penggunaan sarung tangan yang tidak dilaksanakan pekerja dengan alasan panas, sepatu pelindung yang dianggap berat dan lain-lain," katanya.
Dengan demikian, kata dia, perlu dibentuk bagian P2K3 untuk menangani program kesehatan dan keselamatan kerja di perusahaan untuk mencapai zero accident berkelanjutan.
Bagian Pengawasan Tenaga Kerja Disnaker Banjarmasin, Purwoko mengatakan, Kecelakaan kerja di Banjarmasin didominasi kecelakaan di luar perusahaan.
"Banyak kecelakaan kerja yang terjadi di luar perusahaan, seperti akibat kecelakaan lalu lintas dari tempat tinggal menuju tempat kerja atau sebaliknya," katanya.
Sedangkan korban kecelakaan tersebut, tambah dia, rata-rata adalah karyawan industri pengolahan atau karyawan pabrik.
"Kecelakaan kerja didominasi sektor industri atau pabrik, untuk spesifikasinya saat ini sedang dalam dalam tahap inventarisir oleh Disnaker Banjarmasin," katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan Purwoko saat melakukan pengawasan fasilitas K3 di perusahaan galangan kapal PT Nogopatmolo Banjarmasin.
Menurut dia, pelaksanaan standar kesehatan dan keselamatan kerja di PT Nogopatmolo sudah bagus, seperti penyediaan sepatu pelindung, helm, sarung tangan, masker dan lain-lain.
"Namun demikian perlu dibentuk bidang P2K3 di perusahaan untuk berkonsentrasi terhadap program K3, seperti program penanggulangan bahaya kebakaran dan P3K," katanya.
Disnaker Banjarmasin menggelar kegiatan rutin terhadap fasilitas kesehatan dan keselamatan kerja (K3) terhadap perusahaan yang memiliki risiko kerja tinggi seperti di perusahaan galangan kapal PT Nogopatmolo.
Direktur PT Nogopatmolo Dedik mengatakan, menyambut baik kunjungan dan pembinaan yang dilakukan pemerintah terutama untuk pembinaan tentang program K3.
"Kegiatan dan sosialisasi seperti ini sangat kita perlukan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan kerja yang bukan hanya merugikan karyawan tetapi juga perusahaan," katanya.
Menurut dia, bila terjadi kecelakaan kerja kerugian perusahaan akan jauh lebih besar, sehingga antisipasi atau pencegahan terjadinya kecelakaan akan jauh lebih baik.
"Perusahaan akan mendukung rencana pengiriman tenaga kerja untuk mengikuti pelatihan K3 agar memiliki ahli K3 sendiri," katanya.
Pewarta: Herry Murdy HermawanEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.