Oleh Yose Rizal

Banjarbaru, (Antaranews.Kalsel) - Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan gagal meraih juara lomba kelurahan tingkat nasional karena tidak masuk nominasi sepuluh besar penilaian tim juri lomba kelurahan tersebut.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana Banjarbaru Puspa Kencana, Senin mengatakan, Banjarbaru yang diwakili Kelurahan Guntung Payung gagal masuk nominasi untuk dinilai lebih lanjut.

"Banjarbaru tidak masuk nominasi sepuluh besar dari sejumlah kelurahan mewakili provinsi se Indonesia sehingga kehilangan kesempatan menjalani penilaian lebih lanjut untuk meraih juara," ujarnya.

Ia mengatakan, penyebab kegagalan kemungkinan karena kekurangan data kelurahan yang belum "online" dan sarana prasarana yang belum dimiliki seperti Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di tingkat kelurahan.

Persyaratan lain seperti administrasi pemerintahan, penyelenggaraan pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat dan sarana pelayanan kesehatan masyarakat sudah dimiliki tetapi tidak mendongkrak penilaian.

"Kami menilai, kegagalan karena sistem data kelurahan yang belum "online" dan sarana prasarana desa atau kelurahan seperti Bumdes yang memang tidak dimiliki," ungkap mantan Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan itu.

Menurut dia, kegagalan meraih juara lomba kelurahan itu merupakan yang ke empat kali berturut-turut sejak tahun 2010 dimana Banjarbaru selalu mewakili Kalsel mengikuti lomba kelurahan tingkat nasional itu.

Dijelaskan, Kelurahan Guntung Payung mengandalkan keunggulan diantaranya program rumah pangan lestari yang sudah meraih gelar juara tingkat nasional dan program tanaman obat keluarga (toga).

"Namun, penilaian tim juri dari Dirjen Pemberdayaan Masyarakat berlangsung ketat sehingga keunggulan yang dimiliki Kelurahan Guntung Payung Banjarbaru masih kalah dibanding kelurahan atau desa lain," ujarnya.

Lomba kelurahan merupakan sarana pendukung pemberdayaan masyarakat dan keberhasilan pembangunan tingkat desa dan kelurahan melalui penguatan kelembagaan dan peningkatan swadaya masyarakat atas program pembangunan.

Namun, lomba itu bukan tujuan akhir dari proses pembangunan yang direncanakan pemerintah tetapi sebagai salah satu dukungan mewujudkan keberhasilan pembangunan terutama di desa dan kelurahan.


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026