Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin,  (Antaranews Kalsel) - Gubernur Kalimantan Selatan H Rudy Ariffin, menyatakan akan terus memantau perkembangan harga sembilan bahan pokok (sembako) di provinsinya.

"Kita akan terus pantau perkembangan harga sembako melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Koperasi dan UKM, walau belum ada lonjakan kenaikan harga," katanya usai rapat paripurna DPRD Kalsel, di Banjarmasin, Kamis.

Pernyataan orang nomor satu di jajaran pemerintah provinsi (pemprov) tersebut berkaitan dengan perkembangan harga sejumlah kebutuhan pokok di Kalsel yang mulai merangkak naik, seiring kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) belakangan ini.

Pasalnya bukan fenomena baru, tiap menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, sejumlah bahan kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga, terlebih lagi dengan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM sejak 21 Juni lalu.

"Kalau terjadi lonjakan harga sembako, Pemprov bersama pihak terkait tentu akan melakukan intervensi dengan operasi pasar, guna pengendalian dan stabilitas harga agar masyarakat konsumen jangan resah," tandas Gubernur Kalsel dua periode itu menjawab pertanyaan wartawan.

"Kita akan menyikapi, kalau terjadi lonjakan harga kebutuhan pokok. Karena hal itu juga penting agar masyarakat Kalsel tidak terlalu tertekan dengan adanya lonjakan harga, terutama bagi golongan ekonomi menengah ke bawah," katanya.

Ia menyatakan, selain memantau melalui dinas atau instansi terkait, tidak menutup kemungkinan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar, sehingga para pedagang tidak seenaknya menaikkan harga kebutuhan pokok dengan alasan kenaikan BBM.

Mengenai ketersediaan bahan pokok di Kalsel, dia berharap, tetap mencukupi kebutuhan masyarakatnya sampai akhir bulan puasa Ramadhan atau hingga Idul Fitri 1434 Hijriah.

Ia juga tetap optimistis persediaan kebutuhan pokok sampai perayaan Natal 2013 serta menyambut tahun baru 2014, di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota dan kini berpenduduk sekitar 3,6 juta jiwa, tidak akan masalah.

"Apalagi dari informasi yang kuterima, persediaan berbagai kebutuhan pokok, seperti bahan makanan dipastikan cukup sampai akhir lebaran Idul Fitri mendatang," lanjutnya seraya mengimbau masyarakat Kalsel tak perlu resah.

"Kita akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Badan Urusan Logistik (Bulog) dan para asosiasi, guna mengantisipasi lonjakan kenaikan harga serta kekurangan persediaan," demikian Rudy Ariffin.



: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026