Kotabaru, (Antara) - Operator transportasi lokal di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, berencana menaikkan tarif angkutan, menyusul naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Setelah BBM naik, kami terpaksa menaikkan tarif, kalau tidak kami akan merugi," kata seorang tukang ojek di pangkalan Komplek Pasar Kemakmuran, Kotabaru, Nanang, di Kotabaru, Senin.
Nanang menjelaskan, salah satu dampak yang paling dirasakan oleh masyarakat kecil dari kenaikan BBM, adalah naiknya harga sembilan bahan pokok.
Uang belanja yang biasanya diberikan keluarganya hasil dari mengojek, tidak cukup lagi untuk keperluan sehari-hari.
Atas dasar itu, Nanang bersama perkumpulan tukang ojek lainnya terpaksa menyesuaikan menaikkan tarif ojek.
"Mau gimana lagi, kalau tarif tidak kita naikan, kita tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan sehari-hari," paparnya.
Ia mengusulkan, apabila dana konpesnsasi naiknya harga BBM akan diberikan kepada masyarkat lemah berupa Bantuan Langsung Masyarakat (BLM), tolong pemerintah benar-benar memberikan kepada yang berhak.
"Jangan sampai bantuan tersebut, tidak sampai kepada masyarakat yang berhak dan benar-benar memerlukannya," ujarnya.
Menjaga kesalahan sasaran, pemerintah harus melibatkan perangkat di setiap rukun tetangga, dan melakukan seleksi yang benar-benar transparan.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.