Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Sebanyak 3.551 jamaah calon haji Embarkasi Haji Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sudah melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang ditutup tanggal 12 Juni 2013.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalsel Abdul Halim Ahmad di Banjarbaru, Selasa, mengatakan kuota calon haji (Calhaj) Kalsel 2013 sebanyak 3.778 orang sehingga terdapat 277 orang yang belum melunasi BPIH.
"Jumlah Calhaj yang sudah melunasi BPIH dari seluruh kabupaten dan kota se Kalsel dan tercatat dalam sistem komputerisasi haji terpadu sebanyak 3.551 orang, sedangkan 277 orang sisanya belum melunasi," ujarnya.
Ia mengatakan, meski pun sudah melunasi BPIH namun diperkirakan tidak seluruh jamaah bisa diberangkatkan menunaikan ibadah haji melalui embarkasi Banjarmasin karena adanya pengurangan kuota haji secara nasional.
Ia menjelaskan hal itu terjadi karena pengurangan kuota calon haji Indonesia sebesar 20 persen berdasarkan kuota dasar sehingga jika porsi Kalsel sebanyak 3.778 orang maka berkurang 755 orang ditambah 6 petugas daerah.
Ia menyebutkan total 761 terdiri dari 407 orang yang sudah melunasi BPIH, 277 orang belum lunas, 6 petugas daerah dan 71 usulan calon usia lanjut dan pendamping, serta jamaah terpisah keluarga.
"Jadi, dari 3.534 orang yang sudah melunasi BPIH terdapat 407 orang yang sudah lunas tetapi masuk dalam persentase pengurangan sehingga mereka menjadi calon ha�ji lunas BPIH yang tertunda keberangkatannya," ujar dia.
Disebutkan, jamaah calon haji yang sudah melunasi BPIH sebanyak 407 orang berasal dari 13 kabupaten dan kota di Kalsel yakni Banjarmasin sebanyak 70 orang, Kabupaten Banjar 37 orang, Tanah Laut 18 orang.
Kemudian, Kabupaten Tapin 48, Hulu Sungai Selatan 40, Hulu Sungai Tengah 30, Barito Kuala 19, Tabalong 51, Kotabaru 16, Hulu Sungai Utara 13, Banjarbaru 15, Balangan 26 dan Kabupaten Tanah Bumbu 24 orang.
"Sesuai petunjuk Kementerian Agama, pengurangan berdasarkan nomor porsi Calhaj tertinggi pada setiap provinsi dikurangi hingga nomor porsi terendah yang pengurangannya mencapai 20 persen," jelasnya.
Ia menambahkan pengurangan kuota Calhaj menimbulkan dampak baik secara administratif maupun psikologis jamaah maupun dampak finansial dan sosial yang dialami pihak terkait termasuk perusahaan penyedia jasa pelayanan haji.
"Keputusan pengurangan masih menunggu pertemuan Menteri Agama dengan Pemerintah Arab Saudi tanggal 29 Juni dan kita semua berharap ada perubahan keputusan sehingga tidak terjadi pengurangan kuota," katanya.
Sementara itu, jika keputusan pengurangan kuota haji tidak mengalami perubahan maka jumlah Calhaj Kalsel yang tertunda keberangkatan sebanyak 761 orang terdiri dari 755 orang ditambah 6 petugas haji daerah.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.