Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - Kalangan DPRD Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, optimistis pada 2020 "Bumi Saijaan" Kotabaru bisa menjadi daerah yang berswasembada daging sapi.
"Karena populasi ternak sapi di Kotabaru dari tahun ke tahun terus meningkat secara signifikan," kata Ketua Komisi II DPRD Kotabaru H. Faruk Sahdan, di Kotabaru, Rabu.
Pernyataan yang sama juga disampaikan H Sabri Madani, saat menjabat Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kotabaru, bahwa Kotabaru akan berswasembada daging paling lambat 2020.
Kotabaru masih belum siap swasembada daging pada 2014, karena masih banyak yang harus disiapkan.
"Paling lambat Kotabaru bisa berswasembada daging pada 2020, atau paling cepat sekitar 2017," terangnya.
Mewujudkan target tersebut, Pemkab Kotabaru kini tengah meningkatkan jumlah pengadaan bibit sapi di kelompok tani yang tersebar di kecamatan-kecamatan.
Melalui APBD Kabupaten Kotabaru dan Provinsi Kalsel serta APBN, Dinas Peternakan memberikan hibah berupa bantuan bibit sapi kepada kelompok tani/peternak.
Kelompok tani atau peternak komitmen tidak akan menjual bibit sapi, meski sapi sedang sakit.
Kebijakan tersebut salah satunya untuk mencegah penyalahgunaan bibit sapi, agar petani atau kelompok tani tidak mudah menjual sapi dengan alasan sapi sedang sakit.
Mendukung program swasembada daging, Kotabaru juga perlu membangun pusat pembibitan, dan sarana pendukung lainnya.
Pusat pembibitan nanti, ujar Sabri, akan dilakukan uji coba pengembangan ternak unggul, melalui kawin suntik atau inseminasi, dan penanganan penyakit berbahaya.
Selain membangun pusat pembibitan, Dinas Peternakan juga akan meningkatkan sosialisasi kepada peternak di daerah untuk mengubah sistem ternak yang masih tradisional.
Pembinaan kelompok ternak tersebut diharapkan mereka memiliki program usaha untuk mendorong kesejahteraan masyarakat, juga memenuhi target swasembada daging.
Selama ini, kebutuhan akan sapi di Kotabaru sekitar 3.000 ekor per tahun.
Kemampuan peternak Kotabaru baru sekitar 2.300 ekor sapi sehingga Kotabaru masih mendatangkan ternak sapi dari luar daerah rata-rata sekitar 700 ekor per tahun.
 Faruk mengemukakan, Kotabaru sangat optimis peningkatan populasi sapi bisa menjadi swasembada daging. Â
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.