Oleh Imam Hanafi

Kotabaru, (Antaranews.Kalsel) - Bupati Kotabaru, Kalimantan Selatan, H Irhami Ridjani, berhasil membangun jalan sekitar 25 kilometer, tanpa menggunakan dana APBD maupun APBN.

"Hingga saat ini lebih 25 kilometer jalan yang sudah kita bangun tanpa menggunakan biaya dari APBD," jelas Bupati di lokasi jalan di komplek Sebelimbingan, di Kotabaru, Senin.

Pembangunan jalan tidak bisa hanya mengandalkan anggaran dari pemerintah, tetapi harus melibatkan pihak swasta.

Karena, pembangunan jalan yang dilakukan pemerintah juga dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan.

Wajar, jika perusahaan dilibatkan untuk membangun dan memperbaiki jalan yang ada di Kotabaru, melalui program Coorporate Sosial Responsibility (CSR).

Pembangunan jalan yang tanpa menggunakan dana APBD tersebut, diantaranya, di wilayah utara, komplek Politeknik Kotabaru, Komplek Sebelimbingan dan daerah lainnya.

Bupati mengaku, kepedulian perusahaan yang membangun jalan tersebut berupa material, bukan dana segar.

"Kami menerima bantuan perusahaan bukan berupa uang, tetapi berupa material, hal itu menghindari agar tidak dipersalahkan oleh undang-undang," ucapnya.

Pembangunan jalan yang dilakukan Irhami, berbeda dengan jalan yang dibiayai oleh APBD maupun APBN.

"Jalan yang kita bangun rata-rata lebarnya 30 meter bahkan, di komplek sebelimbingan lebih dari 30 meter," jelasnya.

Berdasarkan hasil penelitian beberapa perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, 5-6 tahun kedepan, Kotabaru akan terjadi kemacetan.

"Untuk itu jalan yang kita bangun saat ini, harus lebar dan kita juga harus memperbanyak membuka jalan baru," tutur mantan Kepala Dinas Pendapatan Kotabaru, yang juga mantan Kepala Dinas Pariwisata Kotabaru itu.

Irhami juga berencana membuka jalan Sungai Buah-Sebelimbingan, yang melintasi daerah pegunungan Sebatung.

Sebelumnya, Irhami mengatakan, pembangunan jalan dari Kotabaru menuju Kotalama (Sebelimbingan) tersebut kini telah selesai sepanjang 12 kilometer dengan total dana tidak kurang dari Rp60 miliar.

"Berapa habisnya jalan tersebut tidak bisa saya sampaikan secara rinci karena pembangunan tersebut murni dari bantuan perusahaan dan masyarakat, tapi kalau ditotal kemungkinan tidak kurang dari Rp60 miliar," katanya.

Pembangunan jalan yang langsung dia awasi tersebut masih terus berlanjut hingga seluruh jalan terbangun dengan baik.

"Setiap kali pulang kerja dari kantor, saya langsung ke lapangan untuk memantau proses pembangunan jalan tersebut, dan saya yakin ini bisa berhasil dengan baik," katanya. 


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026