Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan ingin mencontoh DPRD Provinsi Banten, terutama dalam upaya penegakkan disiplin anggota dewan.
"Kita ingin contoh BK DPRD Banten dalam upaya penegakkan disiplin anggota dewan," ujar BK DPRD Kalsel HM Zini, di Banjarmasin, Jumat.
"Salah satu yang mau kita contoh, yaitu mengumumkan anggota dewan yang tidak hadir dalam setiap persidangan dan atau rapat-rapat komisi," tandasnya menjawab ANTARA Kalsel.
Oleh sebab itu, lanjut anggota DPRD Kalsel dua periode dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tersebut, daftar hadir atau absensi persidangan atau rapat-rapat akan menjadi perhatian BK.
Ia mengaku, keinginan mengumumkan absensi/kemangkiran anggota DPRD Kalsel itu sudah sejak lama, namun belum terlaksana, karena berbagai pertimbangan, antara lain tak ingin timbul pameo "jeruk makan jeruk".
"Tapi karena sesuai tugas dan fungsi BK, serta dorongan opini publik, maka mau tidak mau BK DPRD Kalsel harus mengumumkan anggota dewannya yang mangkir pada setiap persidangan atau rapat-rapat alat kelengpakan dewan," lanjutnya.
Mengenai perilaku lain, seperti sikap mental dan moralitas dari anggota DPRD Kalsel, dia menyatakan, pihaknya belum sejauh itu untuk melakukan pendataan atau investigasi.
"Namun BK DPRD Kalsel selalu terbuka untuk menerima masukan atau pelaporan dari masyarakat terhadap wakil-wakilnya yang duduk di DPRD Kalsel," demikian HM Zaini.
Sebelumnya Ketua DPRD Kalsel Nasib Alamsyah menyilakan BK-nya untuk mengumumkan absensi anggota dewan, terutama yang tidak hadir dalam persidangan atau rapat-rapat, tanpa pemberitahuan atau alasan penting.
"Kita berharap, dengan pengumuman bagi anggota dewan yang tak hadir tersebut, dapat meningkatkan kinerja anggota DPRD Kalsel," lanjut pensiunan perwira menengah TNI-AD berpangkat terakhir Kolonel Infantri itu.
"Kita tak ingin ketidakhadiran anggota DPRD Kalsel dalam persidangan atau rapat-rapat lainnya, dengan alasan yang dibuat-buat. Tapi kalau memang betul-betul berhalangan hadir, kitapun bisa maklum," demikian Nasib.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.