Banjarbaru, (Antaranews.Kalsel) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan meminta pemerintah setempat serius merealisasikan pembangunan rumah sakit umum daerah yang baru.
Permintaan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Banjarbaru Joko Triono, Minggu di Banjarbaru setelah melihat dokumen Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) wali kota yang tidak memuat perkembangan pembangunan RSUD.
"Dokumen LKPj wali kota 2012 yang kami terima tidak memuat perkembangan pembangunan RSUD sehingga kami meminta pemkot serius merealisasikan pembangunan pusat pelayanan kesehatan masyarakat itu," ujarnya.
Ia mengatakan, dokumen LKPj wali kota hanya memuat pembangunan RSUD baru yang dimasukan dalam program peningkatan sarana prasarana kesehatan ditargetkan mencapai 60 persen hingga tahun 2015.
Target itu ditetapkan sejak 2010 atau sepanjang periode masa kepemimpinan Wali Kota Ruzaidin Noor hingga berakhir tahun 2015, namun tiga tahun berjalan belum ada realisasi fisik pembangunan rumah sakit baru itu.
"Seharusnya, jika sudah direncanakan sejak tiga tahun lalu maka memasuki tahun ketiga pada 2013 ini sudah ada pembangunan fisik minimal 20 persen sehingga bisa tercapai 60 persen pada 2015," ungkapnya.
Dikatakan, jika pembangunan menghadapi kendala maka seharusnya pemkot juga menyampaikannya dalam dokumen LKPj sehingga bisa dicarikan jalan keluarnya agar pembangunan rumah sakit baru itu segera terealisasi.
Ditegaskan, DPRD sangat mendukung pembangunan rumah sakit sehingga menyetujui pengalokasian dana cadangan daerah melalui sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) yang diperuntukan bagi pembangunan rumah sakit.
"Dana cadangan daerah sudah dialokasikan sebesar Rp50 miliar pada APBD Perubahan 2012, sedangkan pada 2013 sudah disetujui anggaran sebesar Rp42 miliar sehingga persoalan dana kami rasa tidak ada masalah," ujarnya.
Disisi lain, lahan untuk pembangunan rumah sakit baru juga sudah disiapkan seluas enam hektare di kawasan Guntung Manggis Kecamatan Landasan Ulin sehingga pembangunan tinggal menunggu kemauan pemkot setempat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Banjarbaru MF Zahedi mengatakan, tahapan pembangunan RSUD masih berjalan dan sudah memasuki penyusunan desain perencanaan teknis (DED) dan Amdal yang sudah diselesaikan.
"Kami perkirakan pengerjaan fisik mulai Oktober 2013 tetapi karena menggunakan sistem multi year sehingga kemungkinan kami yakin target 60 persen hingga 2015 bisa tercapai," katanya.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.