Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel ) - Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kalimantan Selatan ingin merebut kedudukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di tingkat provinsi tersebut, walau sebagai pendatang baru Pemilu 2014.


"Target kami tiga besar dari hasil Pemilu 2014 di provinsi ini," tandas Guntur, yang juga Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi Barito Post menjawab ANTARA Kalsel, Selasa.

Mantan Ketua Dewan Penasihat Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kalsel itu menyatakan, targetnya tersebut tidak terlalu muluk dan juga bukan cuma mimpi.

"Untuk mencapai target tersebut, kami sudah persiapkan sejak dini, serta dengan perencanaan dan strategi yang matang," lanjut alumnus pendidikan Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) itu.

Ia mencontohkan, mengenai kader Nasdem yang masuk DCS pada Pemilu 2014, baik untuk tingkat kabupaten/kota maupun provinsi Kalsel dan nasional (DPR-RI), urang-urang yang dianggap memiliki kemampuan.

Selain itu, mayoritas DCS dari Nasdem Kalsel kalangan generasi muda yang berkualitas dan memiliki potensi sebagai pemimpin masa depan, demikian Guntur Prawira.

Pada kesempatan terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Kalsel Ibnu Sina menyatakan, takad dan target pada Pemilu 2014, partainya masuk dua besar, untuk tingkat provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota tersebut.

"Kalau hasil Pemilu 2004, PKS Kalsel baru bisa menempatkan enam orang kader pada DPRD Kalsel, hasil Pemilu 2009 meningkat menjadi tujuh atua berada pada tiga besar," katanya.

"Karenanya dari pengalaman Pemilu lalu, insya Allah kami optimis hasil Pemilu 2014 bisa masuk dua besar atau meninggalkan kedudukan di tiga besar," demikian Ibnu Sina.

Hasil Pemilu 2009, dari 55 keanggotaan DPRD Kalsel, terbanyak Partai Golkar sepuluh orang, Partai Demokrat sembilan, kemudian PKS dan PPP masing-masing tujuh orang.

Selain itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Amanat Nasional dan Partai Bintang Reformasi masing-masing orang, kemudian Partai Kebangkitan Bangsa tiga orang.

Selebihnya dari Partai Gerakan Indinesia Raya (Gerindra) dua, serta Partai Bulan Bintang dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) masing-masing satu orang.     


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026