Oleh Imam Hanafi

Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - Bangunan Madrasah Diniah Al-Mursidul Amin, di Desa Sembilang, Kecamatan Kelumpang Tengah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, kondisinya kini sangat memprihatinkan.


"Kondisi memprihatinkan tersebut terlihat pada dinding sekolah yang lapuk dan banyak berlubang, atap bocor, lantai juga mulai hancur dimakan usia," kata Kepala Desa Sembilang Abdul Rasyid, di Kotabaru, Selasa.

Selain itu,katanya meja, kursi, dan barang yang lainnya yang digunakan untuk membantu kelancaran proses belajar mengajar juga sebagian besar sudah hancur, tidak dapat digunakan lagi.

"Bahkan sudah tidak ada lagi fasilitas di dalam tiga ruang belajar yang bisa digunakan untuk kelancaran belajar, hampir semuanya sudah rusak," imbuhnya.

Kondisi bangunan seperti itu, menyebabkan proses belajar dan mengajar bisa terganggu.

Kades Sembilang mengaku, belum ada bantuan dari pemerintah daerah terkait dengan gedung madrasah diniah Mursyidul Amin.

"Madrasah yang mengutamakan kurikulum agama Islam ini terancam tutup, karena kondisi bangunan sudah tidak memadai untuk tempat belajar mengajar," tegasnya.

Sekolah yang memiliki murid 80 orang tersebut memiliki lima orang guru, yang berprofesi sebagai tenaga sosial yang tidak mengharapkan gaji.

Ia berharap kepada pemerintah daerah agar secepatnya bisa memperbaiki bangunan madrasah tersebut, mengingat keberadaan sekolah tersebut benar-benar dibutuhkan untuk mencetak generasi muda yang memiliki budi pekerti yang baik dan akhlak mulia, seperti yang dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kotabaru H Salman Basri, MAP, menjelaskan, Madrasah Diniah Al-Mursyidul Amin sebenarnya sudah pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah sebesar Rp10 juta, sekitar 2010.

"Memang pemerintah tidak bisa membantu sepenuhnya kepada madrasah-madrasah yang rusak, karena dana terbatas," ujarnya.

Pihaknya berharap, peran serta masyarakat setempat yang peduli terhadap keberadaan madrasah tersebut.

Ia mengakui, banyak madrasah yang berada pada binaan Kemenag Kotabaru, sementara dana yang tersedia untuk membantu sangatlah terbatas.

Diantaranya, 33 buah madrasah diniah dengan program khusus mempelajari ilmu-ilmu agama Islam, dan sekolah tersebut dibangun dari hasil swadaya masyarakat.

Sebanyak enam madrasah swasta, yang mengajarkan ilmu-ilmu agama Islam dan ilmu umum atau kurikulum umum, layaknya sekolah umum, serta dua madrasah negeri, 13 pondok pesantren.

  Salman berharap peran serta masyarakat dan pemerintah daerah sangat diharapkan agar penyelenggaraan pendidikan di lembaga pendidikan tersebut tetap berjalan dengan baik.   


: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026