Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Pers dan atau media massa di Kalimantan Selatan diajak memerangi "money politic" (politik uang) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) legislatif mendatang.
Ajakan itu dari empat narasumber sosialisasi Pemilu legislatif bagi wartawan/media massa yang berlangsung di Gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel, Jalan Pangeran Hidayatullah Banjarmasin, Kamis.
Pasalnya, menurut keempat narasumber itu, dengan politik uang bisa membuat hasil Pemilu legislatif kurang berkualitas, karena mungkin saja pilihan tak lagi berdasarkan pada kualitas sumber daya wakil rakyat tersebut.
Keempat narasumber itu masing-masing Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kalsel H Mirhan, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol Linmas) provinsi setempat.
Selain itu, pakar hukum tata negara pada Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin Dr H Mohammad Efendy, SH, MH, serta Ketua PWI Kalsel Fathurrahman.
Baik Ketua KPUD Kalsel maupun akademisi perguruan tinggi negeri tertua dan terbesar di provinsi tersebut, berpendapat, sulit menghilangkan politik uang dalam Pemilu, termasuk pemilihan kepala daerah atau pemilihan lain.
"Apalagi dalam keadaan ekonomi kita seperti sekarang yang belum menyejahterakan rakyat, sulit menghilangkan politik uang tersebut," lanjut Fendy, alumnus S2 dan S3 Universitas Padjadjaran Bandung, Jawa Barat itu.
"Memang politik uang itu mungkin tak ada lagi, kalau kondisi perekonomian kita sudah seperti negara-negara maju, tapi memerlukan waktu yang panjang. Jadi kapan lagi kita harus berbuat memerangi politik uang tersebut," lanjutnya.
Sementara itu, Ketua PWI Kalsel berpendapat, kemungkinan politik uang tetap ada, kalau keadaan perekonomian bangsa Indonesia masih jomblang seperti sekarang, yaitu yang kaya tambah kaya dan yang miskin tambah miskin.
Namun alumnus kursus Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) Angkatan 44 itu sependapat, sudah saatnya rakyat Indonesia memberantas politik uang, karena bukan saja tidak mendidik, tapi mencindrai demokrasi.
Sedangkan Kepala Badang Kesbangpol Linmas Kalsel berpendapat, politik uang masih berpotensi besar dalam Pemilu legislatif 2014 atau yang tinggal setahun lagi.
Karenanya, mantan Karo Humas Pemprov Kalsel itu, mengajak wartawan/media massa mewaspadai terhadap kemungkinan dan atau praktek politik uang tersebut, agar hasil Pemilu mendatang lebih berkualitas.
"Wartawan/media massa hendaknya bagaimana cara mengajak masyarakat pemilih khususnya agar tidak masuk perangkap politik uang tersebut," demikian Hermansyah.
Sosialisasi Pemilu legislatif bagi wartawan/media massa itu atas kerjasama Badan Kesbangpol Linmas provinsi setempat dengan PWI Kalsel.
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.