Oleh Yose Rizal

Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Dana yang terpakai untuk pembebasan lahan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Kalimantan Selatan mencapai Rp194 miliar dari dana yang disiapkan sebesar Rp290 miliar.


"Dana yang sudah terpakai mencapai Rp194 miliar sehingga masih tersisa dana sebesar Rp96 miliar," ujar General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor Akhmad Munir di Banjarbaru, Selasa.

Ia mengatakan hal itu di sela pembukaan Posko pusat informasi percepatan pembebasan lahan untuk perluasan bandara yang disiapkan Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Kota Banjarbaru di Jalan Tegal Arum Syamsudin Noor.

Menurut dia, sisa dana pembebasan lahan bandara itu masih dikelola Kementerian Badan Usaha Milik Negara dan sewaktu-waktu bisa dicairkan apabila ada pembayaran pembebasan lahan yang diminta PT Angkasa Pura.

"Dananya bisa dicairkan apabila persyaratan untuk pembayaran lahan yang dibebaskan terpenuhi sehingga para pemilik tanah dan bangunan tidak perlu khawatir tidak dibayar," ucap Munir yang baru satu bulan menjabat itu.

Dikatakan, pihaknya hanya bertindak sebagai juru bayar dalam proses pembebasan lahan bandara dan secara penuh menyerahkan teknis pembebasan lahan kepada Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Kota Banjarbaru.

"Pembebasan lahan diserahkan sepenuhnya kepada P2T sehingga kami membayar sesuai luasan lahan yang telah memenuhi syarat dibebaskan dan data terakhir luasannya mencapai 73,18 hektare," ujarnya.

Terkait langkah P2T yang membuka posko percepatan pembebasan lahan bandara, ia mengatakan pihaknya sangat mendukung langkah itu dan berharap luasan lahan yang dibebaskan semakin banyak.

Disisi lain, kata dia, pihaknya tidak menargetkan sampai kapan pembebasan selesai hingga memenuhi luasan lahan yang dibutuhkan yakni 99 hektare namun berharap pembebasan tuntas bulan Mei.

"Harapan kami, pembebasan lahan yang sudah berjalan hingga hampir satu tahun, tuntas paling lambat akhir Mei sebelum Presiden SBY datang ke Kalsel sekaligus meletakan batu pertama pembangunan bandara," kata dia.

Ditambahkan, sesuai perencanaan yang telah disiapkan PT Angkasa Pura, jika pembebasan lahan sudah memenuhi syarat maka dilanjutkan pembangunan yang dimulai dengan pembangunan terminal utama bandara.

  "Fokus pertama apabila pembangunan bisa direalisasikan adalah membangun terminal utama bandara disusul pembangunan fisik lainnya untuk mendukung kelancaran pelayanan penumpang di bandara," katanya.   


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026