Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Gubernur Kalimantan Selatan H Rudy Ariffin mengungkapkan, nilai ekspor secara keseluruhan asal provinsinya tahun 2012 tercatat 9,61 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau turun 1,01 persen dibandingkan 2011.
Ia mengungkapkan itu dalam pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2012, disampaikan pada rapat paripurna DPRD Kalsel yang dipimpin wakil ketuanya H Riswandi, di Banjarmasin, Selasa dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah provinsi setempat.
"Menurunnya nilai ekspor Kalsel 2012, karena turunnya nilai ekspor kelompok bahan bakar mineral (batu bara dan lignit) serta minyak dan lemak hewan/nabati (minyak sawit," ungkap gubernur dua periode provinsi tersebut.
"Dari kedua kelompok nilai eksepor Kalsel 2012 itu turun masing-masing sebesar 57,41 juta dolar AS dan 29,60 juta dolar AS atau total keduanya mencapai 87,01 juta dolar AS," lanjutnya.
Tiga besar negara utama tujuan ekspor Kalsel 2012, China, India dan Jepang dengan nilai masing-masing 2,49 miliar dolar AS, 2,07 miliar dolar AS dan 1,61 miliar dolar AS.
Sedangkan komoditi terbesar yang diekspor ke China berupa batu bara dan lignit, ke India juga batu bara dan minyak sawit (CPO), dan ke Jepang batu bara.
Namun nilai ekspor Kalsel 2012 ke 10 negara tujuan utama sebagian besar mengalami peningkatan bila dibandingkan 2011, seperti ke India, Pakistan dan Thailand, tapi ada pula mengalami penurunan, antara lain ke Chinda dan Jepang.
Mengenai impor Kalsel 2012, dia mengkapkan, nilainya mencapai 3,51 miliar dolar AS atau naik 5,33 persen dibandingkan 2011 yang hanya 3,33 miliar dolar AS.
Kenaikan nilai impor Kalsel 2012, lebih disebabkan naiknya nilai impor kelompok bahan bakar mineral mencapai 201,60 juta dolar AS atau naik 7,62 persen.
 Nilai impor Kalsel 2012 terbesar dari Malaysia 1,13 miliar dolar AS, kemudian Singapore sebesar 978,41 juta dolar AS dan Korea dengan nilai 634,35 juta dolar AS.  Â
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.