Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Nasib Alamsyah meminta, aparat terkait menindak tegas pelangsir bahan bakar minyak (BBM), saat mengisi komoditas itu di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU).
"Sebab ulah pelangsir, BBM bersubsidi di SPBU cepat habis dan menimbulkan antrean panjang kendaraan bermotor," ujarnya menjawab wartawan yang tergabung dalam Journalist Parliament Community (JPC) Kalsel, di Banjarmasin, Selasa.
Politisi senior Partai Golkar itu mencontohkan, pada sebuah SPBU yang mendapat jatah solar satu mobil tangki bermuatan 10.000 liter, tapi karena ulah pelangsir tersedot sampai 60 persen, sehingga tersisa cuma 40 persen.
"Dengan sisa cuma 40 persen atau 4.000 liter di SPBU, maka `dalam sekejap` sudah habis untuk mereka yang memang sebagai pengguna," lanjut purnawirawan TNI-AD berpangkat kolonel infantri itu.
Mantan Komandan Korem Bone, Sulawesi Selatan itu memberi contoh ciri-ciri pelangsir tersebut, antara lain mengisi BBM, baik jenis solar maupun premium diluar batas kewajaran.
"Sebagai contoh mini bus jenis Colt L300 kapasitas tangki maksimal 60 liter, ternyata mengisi di SPBU sampai 100 liter atau lebih. Mobil tersebut jelas melangsir BBM," tandasnya didampingi wakil ketua DPRD Kalsel Fathurrahman dan Riswandi.
Begitu pula kendaraan bermotor roda dua, seperti Vespa yang kapasitas tangki maksimal enam liter, namun saat mengisi BBM di SPBU sampai 20 liter, maka hal itu bisa diduga sebagai pelangsir, lanjutnya.
Mengenai pelangsir tersebut, dia berpendapat, hal itu tak bisa 100 persen menyalahkan operator SPBU. "Sebab tak tertutup kemungkinan operator itu dalam tekanan dengan sistem seperti premanisme," ujarnya.
Mengenai kebijakan Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin yang membatasi pengisian premium bersubsidi maksimal Rp150.000/mobil, dia menyatakan, sependapat guna mengurangi antrian panjang kendaraan bermotor yang mengisi di SPBU.
"Pembatasan tersebut hanya bersifat sementara dan bukan satu-satunya cara mengatasi antrian panjang kendaraan bermotor di SPBU, tapi tetap harus mencari solusi yang lebih baik lagi," lanjutnya.
 "Cara lain, seperti mengaktifkan kembali serta meningkatkan peran Satuan Tugas (Satgas) BBM Kalsel, yang beberapa waktu terakhir seakan tak ada gerak lagi," demikian Nasib Alamsyah. Â
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.