Oleh: Herlina Lasmianti

Tanjung, 15/3 (Antara Kalsel) - Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan mendapat kucuran dana untuk menyukseskan program pendidikan sebesar Rp2,1 miliar dalam tahun 2013.

"Dana tersebut bersumber dari program corporate social responsibility (CSR) PT Adaro Indonesia," kata Kepala Bidang Bina Program Departemen CSR PT Adaro Indonesia, Fajrianoor di Tanjung, ibukota Tabalong, Kamis.

Ia mengatakan, dana CSR tersebut terdiri atas bantuan infrastruktur sekolah sebesar Rp500 juta, diarahkan untuk SMP Negeri 2 Tanta, TK Masingai Kecamatan Haruai dan TPA Tarbiyatul Furqon.

"Proposal yang masuk dari masyarakat untuk bidang pendidikan mencapai Rp1 miliar dan rencananya untuk bidang ini dana yang dialokasikan mencapai Rp2,1 miliar," ujar Fajrianoor.

Pada peserta rapat perumusan program CSR 2013 yang diikuti sejumlah SKPD terkait dan perwakilan masing-masing sub kontraktor PT Adaro, Fajriannor mengatakan, untuk mendukung peran serta masyarakat dalam mencerdaskan bangsa dialokasikan pula dana Rp25 juta untuk bantuan kelompok belajar masyarakat.

Selain itu pembinaan rumah belajar sebesar Rp30 juta, lomba karya ilmiah SMA Rp25 juta dan lomba karya tulis guru Rp30 juta.

Program CSR sebelumnya, kegiatan bedah sekolah juga tetap dilaksanakan di antaranya rehab ruang kelas SMP Negeri Upau dan SD Negeri Bingkai Sari dengan total dana Rp400 juta.

"Untuk kegiatan bedah rumah baru dua sekolah yang mengusulkan yakni SMP Negeri Upau dan SD Negeri Bingkai Sari," tambahnya.

Program CSR juga mendukung upaya meningkatkan kompetensi guru sebesar Rp100 juta.

Kepala Dinas Pendidikan Tabalong Erwan mengatakan, program CSR untuk pendidikan non formal perlu diapresiasikan dalam upaya gerakan pengentasan buta aksara di Bumi Saraba Kawa tersebut.

"Program CSR bisa mendukung program pengentasan buta aksara maupun pendidikan non formal lainnya, mengingat saat ini angka melek huruf di Tabalong mencapai 97 persen, sisanya diharapkan dapat ditangani secara tuntas melalui program tersebut," jelas Erwan. 

Sementara itu Camat Tanta, Syailendra mengusulkan program CSR bisa mengembangkan kegiatan peningkatan sumber daya manusia (SDM) sehingga tercipta tenaga kerja terampil yang bisa mandiri.

"Kita perlu menyiapkan masyarakat yang mandiri sehingga tidak terlalu tergantung dengan bantuan pihak swasta maupun pemerintah," ucap Syailendra. 



: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026