Ancaman itu tidak main-main, apabila mau bukti silahkan aja coba, apabila kedapatan maka terima sanksi tegas yang nantinya akan diberikan, Brigjen Pol Taufik Anshorie di Banjarmasin, Senin.
Pernyataan itu di ucapkan, karena saat ini masih terlihat adanya antrean panjang di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Utama (SPBU) dan masyarakat pun merasa resah dengan ulah para pelangsir.
Untuk itu kepada setiap unsur Polsek ataupun Polres dijajaran Polda Kalsel agar bisa melakukan penindakan terhadap para pelangsir yang membuat sejumlah masyarakat sulit untuk mendapatkan BBM tersebut.
Selain penindakan tegas terhadap para pelangsir ataupun penimbun BBM, kasusnyapun harus terus jalan hingga kepengadilan karena perbuatan tersebut dianggap merugikan hajat hidup orang banyak.
"Jangan pernah main-main terhadap kasus BBM kalau ketauan ada polisi yang bermain dalam kasus tersebut baik itu penyidik ataupun Kapolseknya akan saya tindak tegas kalo perlu saya pecat mereka," tegasnya.
Polsek merupakan garis depan dalam unsur kepolisian, dan mereka sering dan secara langsung bersetuhan dengan masyarakat, sehingga jangan sampai membuat masyarakat kecewa atas layanan pihak Kepolisian.
Taufik juga mengatakan, pengawasan terhadap pendistribusian BBM di SPBU bukan hanya tugas polisi, masyarakat juga bisa berperan aktif untuk melakukan pengawasan terhadap pendistribusian itu.
"Laporkan apabila dilapangan ada melihat polisi yang bermain, dan laporkan juga apabila di Polsek-Polsek setempat ada melakukan permainan terhadap kasus-kasus pelangsir ataupun penimbunan BBM," terangnya.
Masyarakat saat ini sulit untuk mendapatkan BBM baik bensin maupun solar subsidi sehingga jangan pernah polisi menambah sulit masyarakat, apabila itu ada, Kapolsek yang pertama kali ditindak tegas tidak menutup kemungkinan bisa dipecat, demikian Taufik Anshorie.
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.