Sebagai kota yang penuh dengan baliho dan reklame, menjadi alasan cukup potensial untuk Pemkot Banjarmasin meraup PAD sebesar itu, ujar Kepala Bidang Reklame, Dinas Bina Marga Kota Banjarmasin, H Rusdi kepada wartawan di balaikota Banjarmasin, Jumat.
Tahun lalu target PAD Banjarmasin sektor reklame Rp4 miliar, Alhamdulillah tercapai, bahkan lebih dari target tersebut, makanya tahun ini target dinaikan.
Dijelaskan, sektor reklame memang satu diantara sumber potensial PAD sehingga potensi tersebut digali dengan cara lebih meintensifkan penagihan tunggakan pajak reklame.
Kemudian mendata reklame yang belum mengantongi izin, belum lagi dari baleho dan spanduk dari berbagai event atau pegelaran seni dan kegiatan publik cukup ramai belakangan ini merupkanan potensi besar.
Mengenai data baliho dan reklame ukuran besar kecil yang tersebar yang ada di kota ini jumlahnya tidak kurang sebanyak 4.000 buah, itu baru yang terdata kalau secara keseluruhan mungkin lebih lagi, makanya terus lakukan pendataan, tuturnya.
Menurut Rusdi, pihaknya juga berencana mengembangkan reklame sistem elektronik, sebagaimana yang ada di Jalan Pangeran Antasari. "Baguskan dikembangkan reklame sistem elektronik yang menampilkan teks dan gambar berjalan seperti itu, kita juga bisa meminta program-program pemerintah daerah ditampilkan seperti itu," paparnya.
Sejauh ini, kata Rusdi, bisnis baliho dan reklame cukup diminati, dan terbukti di kota ini hampir tidak ada lagi wilayah yang strategis kosong dari baleho dan reklame.
Namun dia mengakui, bahwa izin sejumlah baliho dan reklame yang terkena jalur proyek "ply over" (jembatan layang) di jala A Yani dan sudah dirobohkan tidak diperpanjang lagi.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.