Kepolisian Resor Kota Banjarmasin dari Satuan Sabhara dalam razia penyakit masyarakat (Pekat) kini sasarannya lokasi permainan ketangkasan bilyar.
Kepala Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin, AKP Haryono MT di Banjarmasin, Rabu mengatakan, razia dengan mengobok-obok tempat bilyar itu guna meminimalisir angka tindak pidana.
Pada razia tersebut ditargetkan untuk kepemilikan KTP, senjata tajam, minuman keras yang beredar tanpa izin ditempat bilyar dan gadis-gadis di bawah umur yang dipekerjakan di tempat tersebut.
Lanjutnya, kegiatan razia pekat itu dilaksanakan Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin, pada Selasa (23/10) malam sekitar pukul 22.00 wita hingga pukul 24.00 wita.
"Ada tiga tempat bilyar yang kita lakukan pemeriksaan diantaranya bilyar Cosmiz, bilyar X-Poll di jalan Kampung Melayu serta bilyar R-Three di kawasan Kamboja," tuturnya.
Haryono juga menerangkan, dalam razia pekat itu anggotanya mendapatkan hasil diantaranya ada sekitar 14 orang yang terjaring tidak membawa KTP yang mana diantaranya enam orang wanita, dan delapan laki-laki.
Selain itu juga, polisi yang melaksanakan razia tersebut juga mengamankan sekitar 180 botol minuman keras dari 10 jenis minuman keras dan berasal dari tiga tempat bilyar yang dilakukan pemeriksaan.
Atas hasil yang telah didapatkan itu 14 orang yang terdiri dari perempuan dan laki-laki serta 180 botol minuman keras itu langsung dibawa dan digiring ke Satuan Sabhara guna melakukan pendataan.
"Untuk yang tidak memiliki KTP dan pemilik dari minuman keras itu kita lanjutkan proses hukumnya guna menjalani sidang tindak pidana ringan di pengadilan," terangnya kepada ANTARA.
Sedangkan yang tidak memenuhi syarat guna Tipiring, maka akan dilakukan pembinaan oleh Satuan Pembinaan Masyarakat Polresta Banjarmasin serta penandatangi syurat pernyataan untuk tidak mengulanginya lagi.
Terus dijelaskan, kegiatan razia penyakit masyarakat ini akan terus dilakukan secara rutin dengan tujuan untuk meminimalisir tindak pindana diwilayah hukum Polresta Banjarmasin, demikian Haryono.
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2012
Kepala Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin, AKP Haryono MT di Banjarmasin, Rabu mengatakan, razia dengan mengobok-obok tempat bilyar itu guna meminimalisir angka tindak pidana.
Pada razia tersebut ditargetkan untuk kepemilikan KTP, senjata tajam, minuman keras yang beredar tanpa izin ditempat bilyar dan gadis-gadis di bawah umur yang dipekerjakan di tempat tersebut.
Lanjutnya, kegiatan razia pekat itu dilaksanakan Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin, pada Selasa (23/10) malam sekitar pukul 22.00 wita hingga pukul 24.00 wita.
"Ada tiga tempat bilyar yang kita lakukan pemeriksaan diantaranya bilyar Cosmiz, bilyar X-Poll di jalan Kampung Melayu serta bilyar R-Three di kawasan Kamboja," tuturnya.
Haryono juga menerangkan, dalam razia pekat itu anggotanya mendapatkan hasil diantaranya ada sekitar 14 orang yang terjaring tidak membawa KTP yang mana diantaranya enam orang wanita, dan delapan laki-laki.
Selain itu juga, polisi yang melaksanakan razia tersebut juga mengamankan sekitar 180 botol minuman keras dari 10 jenis minuman keras dan berasal dari tiga tempat bilyar yang dilakukan pemeriksaan.
Atas hasil yang telah didapatkan itu 14 orang yang terdiri dari perempuan dan laki-laki serta 180 botol minuman keras itu langsung dibawa dan digiring ke Satuan Sabhara guna melakukan pendataan.
"Untuk yang tidak memiliki KTP dan pemilik dari minuman keras itu kita lanjutkan proses hukumnya guna menjalani sidang tindak pidana ringan di pengadilan," terangnya kepada ANTARA.
Sedangkan yang tidak memenuhi syarat guna Tipiring, maka akan dilakukan pembinaan oleh Satuan Pembinaan Masyarakat Polresta Banjarmasin serta penandatangi syurat pernyataan untuk tidak mengulanginya lagi.
Terus dijelaskan, kegiatan razia penyakit masyarakat ini akan terus dilakukan secara rutin dengan tujuan untuk meminimalisir tindak pindana diwilayah hukum Polresta Banjarmasin, demikian Haryono.
Editor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2012