Pabrik marmer asal Surabaya PT Sendang Arta Mulya segera membuka tambang marmer di Gunung Batu Buli Desa Lumbang Kecamatan Muara Uya, menyusul telah dikeluarkannya izin usaha pertambangan oleh pemkab setempat.
Direktur PT Sendang Arta Mulya, Mulyono di Tanjung, ibukota Tabalong, mengatakan, sesuai Keputusan Bupati Tabalong No.188.45/395/2011 tentang Persetujuan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi Batuan, kegiatan penambangan dilakukan di areal seluas 64,9 hektare."Dari luas areal tersebut kita berencana memproduksi marmer sekitar 1.000 kubik per tahun, dengan jangka waktu produksi sekitar 20 tahun," ujarnya.
Selain untuk kebutuhan lokal, produksi marmer juga akan dipasarkan ke luar Tabalong hingga ekspor ke China.
Terkait adanya sikap protes yang dari warga setempat terhadap rencana penambangan marmer di Gunung Batu Buli, Mulyono mengakui, karena adanya kekhawatiran kegiatan pengambilan marmer bisa merusak situs purbakala yang ada di sekitar lokasi yakni Gua Batu Buli, Gua Tengkorak dan Gua Cupu.
"Memang di sekitar lokasi penambangan terdapat situs bersejarah seperti Gua Batu Buli dan Gua Tengkorak namun kami berkomitmen kegiatan pengambilan marmer tak merusak situs tersebut," tambah Mulyono.
Tak hanya itu untuk rekrutmen tenaga kerja, pihak perusahaan akan memprioritaskan warga lokal sehingga bisa meningkatkan peningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebelumnya kalangan lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat setempat, menyampaikan surat penolakan adanya rencana kegiatan penambangan batu marmer, ke dewan dan kepala Bapedalda.
"Kami menilai adanya kegiatan penambangan di Gunung Batu Buli bisa merusak situs sejarah serta ekosistem disamping itu ada kekhawatiran terjadinya kesenjangan ekonomi dan dampak sosial lainnya," jelas aktivis LSM langkah menuju Tabalong sejahtera (Langsat), Erwan Susandi.
Dalam pernyataan sikapnya, kalangan LSM juga meminta pemerintah daerah agar menjadikan Gunung Batu Buli sebagai tempat wisata mengingat situs Batu Buli menjadi kebanggaan warga Desa Lumbang dan Tabalong umumnya./mia/C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2012