Pemerintah Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, menyiapkan stok pangan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gagal tanam atau gagal panen akibat faktor cuaca.


Menurut Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, Perikanan dan Peternakan Balangan Haryono di Paringin, Jumat, mengatakan saat ini telah disiapkan stok sebanyak 2,5 ton.

"Lebih dari 2,5 ton padi telah disiapkan di dua lumbung pangan di Kecamatan Batu Mandi," ujarnya.

Ketersediaan stok pangan dipandang penting mengingat kondisi cuaca tidak menentu khususnya curah hujan yang tinggi.

Ia mengatakan, tingginya curah hujan  sejak Desember 2011  sempat merendam 91 hektare areal persawahan di Kecamatan Paringin dan Lampihong.

"Pada akhir Desember 2011, sekitar 91 hektare areal persawahan sempat terendam namun tidak terlalu lama sehingga tidak sampai mengakibatkan gagal tanam," katanya.

Menurut dia, sekitar 91 hektare areal persawahan yang sempat terendam sekitar empat jam itu berada di kawasan lahan lebak dan dataran rendah sehingga luapan air Sungai Balangan meluap masuk  areal sawah.

Ia menambahkan, meski kecil kemungkinan terjadinya gagal tanam atau gagal panen, tetap perlu diantisipasi karena kondisi cuaca yang tidak menentu.

"Selain menyiapkan stok pangan, kita juga gencar melakukan sosialisasi kepada para petani agar menanam padi sesuai jadwal," ujarnya.

Menurut dia, dengan ketepatan jadwal tanam yang telah disepakati bersama gabungan kelompok tani dan nelayan (Gapoktan) diharapkan dapat mengatasi gangguan cuaca yang tidak menentu.

"Saat ini, masalah yang dihadapi para petani dan menjadi perhatian pemerintah daerah setempat adalah infrastruktur lahan," ujarnya.

Ia mengatakan, di beberapa wilayah, infrastruktur lahan pertanian berada pada dataran rendah yang  rentan tergenang air saat curah hujan tinggi.

"Karena itu  perlu dicari solusi tepat untuk  menyiasati masalah infrastruktur lahan agar tidak berpengaruh terhadap  produktivitas pertanian," kata Haryono./nadi/D

Pewarta:

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2012