Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Banjarmasin menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), menggelar kegiatan edukasi literasi Asuransi Umum, di Aula Kantor OJK Kalsel, Jalan Ahmad Yani Km. 8,9 Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Kamis.
Kegiatan ini sekaligus menandai Kick Off Bulan Literasi Keuangan 2026 dengan mengusung tema “Cerdas Memahami Asuransi, Bijak Melindungi Masa Depan”. diikuti oleh puluhan guru tingkat SLTA dari Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala (Batola), yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).
Ketua AAUI Banjarmasin, Rudy Mulyanto, menyampaikan bahwa agenda utama dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai definisi, jenis, serta manfaat dari asuransi umum.
Menurut Rudy, selama ini masih ada kekeliruan di tengah masyarakat yang menyamakan asuransi umum dengan asuransi jiwa.
"Kami ingin mengedukasi masyarakat agar tahu apa itu asuransi umum secara lebih komprehensif, supaya tidak ada kekeliruan lagi. Melalui guru-guru MGMP ini, kami berharap informasi ini dapat disosialisasikan kembali kepada murid-murid dan lingkungan di sekitar sekolah," ujar Rudy.
Rudy menambahkan, saat ini pengguna asuransi umum di Banjarmasin masih didominasi oleh sektor korporasi atau perusahaan. Sementara untuk sektor perorangan masih sangat minim karena kurangnya edukasi mengenai biaya premi.
Baca juga: OJK perkuat implementasi indeks akses keuangan di Kalsel
"Banyak masyarakat mengira asuransi itu mahal dan harus dibayar rutin setiap bulan. Padahal, asuransi umum seperti asuransi kendaraan dan kebakaran itu cukup dibayar setahun sekali dan sangat murah. Contohnya asuransi sepeda motor, preminya mungkin hanya Rp100.000 hingga Rp150.000 per tahun. Jika motor hilang atau dicuri, sudah tercover. Daripada harus beli motor baru seharga Rp10 juta hingga Rp20 juta, risiko itu bisa dihindari hanya dengan premi ratusan ribu," jelasnya.
Sebagai informasi, AAUI Banjarmasin saat ini menaungi 29 perusahaan asuransi umum. Selain fokus pada edukasi ke sekolah dan universitas, asosiasi ini juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial seperti bantuan ke panti asuhan, aksi donor darah, hingga penanggulangan bencana di lingkungan sekitar.
Sementara itu, Asisten Direktur Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK Kalsel, Andi Rahman Yuliman, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang diinisiasi oleh AAUI Banjarmasin bersama MGMP.
Andi mengungkapkan bahwa berdasarkan Survei Nasional Literasi Keuangan, angka indeks literasi masyarakat Indonesia masih berada di bawah angka inklusi. Hal ini menjadi tantangan besar yang harus diselesaikan bersama.
"Harapannya, guru-guru sebagai agen perubahan dapat menyerap ilmu dari acara ini dan menyampaikannya kembali di sekolah masing-masing. Jika literasi keuangan meningkat, maka gap (jarak) dengan inklusi akan mengecil. Dampaknya, pengaduan masyarakat terkait keuangan akan berkurang, dan pemahaman masyarakat terhadap ancaman investasi bodong maupun pinjaman online (pinjol) ilegal juga akan semakin baik," papar Andi.
Andi menyampaikan bahwa industri asuransi saat ini masih menghadapi tantangan berat berupa paradigma negatif dari masyarakat. Kasus-kasus masa lalu yang menimpa beberapa lembaga asuransi jiwa besar membuat masyarakat trauma dan menyamaratakan semua produk asuransi.
Baca juga: UNIVSM Balangan apresiasi roadshow keuangan dari OJK di lingkungan kampus
"Padahal, setiap lembaga asuransi memiliki kondisi keuangan dan performa yang berbeda-beda. Kehadiran AAUI yang fokus pada asuransi umum perlindungan harta benda (seperti rumah, mobil, motor, ruko, dan gudang) justru hadir sebagai alternatif bagi masyarakat untuk memitigasi risiko aset mereka," tambahnya.
OJK juga menyoroti alokasi premi asuransi di Indonesia yang saat ini baru mencapai 2% hingga 3% dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Angka ini masih tertinggal jauh dari negara-negara maju yang alokasi preminya sudah berada di atas 10% dari PDRB.
"Untuk mencapai angka tersebut, diperlukan pergeseran cara pandang masyarakat. Cara berpikir kita harus beralih, melihat asuransi bukan lagi sebagai beban atau biaya tambahan, melainkan sebagai bentuk investasi untuk perlindungan masa depan," ucap Andi.
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Banjarmasin merupakan pilar utama koordinasi bagi industri perasuransian di wilayah Kalimantan Selatan.
Sebagai organisasi yang menaungi perusahaan asuransi umum dan reasuransi, AAUI berdedikasi untuk menciptakan industri yang sehat, profesional, dan memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Fokus utama AAUI pada tahun 2026 ini yaitu, memperluas jangkauan inklusi keuangan melalui pemberdayaan tenaga pendidik di sektor menengah, guna mencetak generasi sadar risiko yang tangguh secara finansial.
Salah satu inisiatif strategis yang dilaksanakan adalah dengan menyelenggarakan Literasi & Inklusi Keuangan bagi Guru MGMP Ekonomi di Banjarmasin dan Barito Kuala. Program ini bertujuan menjadikan institusi pendidikan sebagai kanal efektif dalam menyebarkan pemahaman proteksi risiko sejak dini.
Sementara itu berdasarkan laporan daftar Perusahaan Perasuransian yang tergabung dalam AAUI yaitu, PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Bina Dana Arta / Oona, PT Asuransi Ramayana Tbk, PT Asuransi Askrindo, PT Asuransi Raksa Pratikara, PT Asuransi Askrida, PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi Wahana Tata, PT Asuransi MNC.
Kemudian, PT Asuransi Tripakarta, PT Asuransi Buana Independent, PT Asuransi TOB PT Bosowa Asuransi, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia, PT Asuransi Bumida, PT Asuransi FPG Indonesia, PT BRI Asuransi Indonesia, PT Asuransi Sahabat Artha Proteksi, PT Asuransi Cakrawala Proteksi, PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk.
Dan selanjutnya, PT Asuransi Jasa Raharja Putra, PT Asuransi Astra Buana, PT Asuransi Jasa Indonesia, PT Asuransi AXA General Insurance, PT Asuransi Jasindo Syariah, PT BCA Insurance, PT Asuransi MPMI, PT Sompo Insurance Indonesia, PT Asuransi MAG, PT Asuransi Jasa Tania.
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026