Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar pasar murah di 41 titik untuk mencegah inflasi di daerah tersebut.

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (Kumdagri) Eryanto Rais di Batulicin Ahad mengatakan, saat ini ada sembilan titik pasar murah disiapkan untuk masyarakat dan telah beroperasi.

"Sesuai instruksi bupati, dalam waktu dekat kami akan menambah 32 titik pasar murah yang tersebar di seluruh kecamatan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau," katanya.

Ia menjelaskan, 32 titik pasar murah tersebut tersebar di seluruh kecamatan dan akan dioperasikan selama 20 hari sejak 23 Februari.

Baca juga: Warga keluhkan mahalnya harga kebutuhan pokok di Pasar Ampera

Adapun yang du jual yakni beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), gula dan minyak goreng. Selisih harga barang yang dijual lebih murah hingga Rp5000/item.

Eryanto menerangkan, saat ini harga kebutuhan bahan pokok di beberapa pasar yang ada di Tanah Bumbu naik rata-rata hingga lima persen.

"Seperti harga beras medium awalnya Rp12.625/kg kini menjadi Rp12.750/kg, minyakita awalnya Rp15.700/liter naik 3,95 persen kini menjadi Rp16.346/liter," katanya.

Telur ayam ras awalnya Rp29.692/kg naik 2,1 persen menjadi Rp30.327/kg, tepung terigu awalnya Rp9.750 kini menjadi Rp10.019/kg.

Cabai Rawit awalnya Rp70.111/kg kini menjadi Rp81.111 atau naik sekitar 13,56 persen, cabai merah keriting awalnya Rp41.667 kini menjadi Rp51.667/kg, bawang merah naik 5,97 persen menjadi Rp36.692/kg atau naik sekitar Rp2.192/kg.

"Pemerintah daerah terus melakukan intervensi inflasi dengan melakukan pemantauan harga dan stok, melaksanakan rapat TPID, menjaga pasokan bahan pokok, melaksanakan pasar murah, melaksanakan sidak, berkoordinasi dengan daerah penghasil, merealisasikan bantuan tidak terduga," tutup Eryanto.

Pewarta: Sujud Mariono

Editor : Mahdani


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026