PT Adaro Indonesia melakukan penguatan  kolaborasi  dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan dalam kegiatan monitoring dan Capacity Building Beasiswa Utusan Daerah (BUD) bagi seluruh pemangku kepentingan program.

CSR Department Head PT Adaro Indonesia, Iwan Ridwan, menyebutkan seluruh pemangku kepentingan 
 selama ini bersama-sama mengawal dan mendukung keberlanjutan program pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan.
 

"Saat ini, program BUD menaungi 39 mahasiswa IPB University dan 19 mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta," jelas Iwan, Sabtu. 

Pada kesempatan tersebut, Adaro juga mengundang enam mahasiswa penerima Beasiswa EGAT Thailand yang menempuh pendidikan di UPN Veteran Yogyakarta.

Iwan menjelaskan, pada tahap awal proses seleksi mahasiswa asal Thailand, CSR PT Adaro Indonesia berperan sebagai mitra pendukung dalam membantu pelaksanaan program. 

"Kolaborasi seperti ini  bentuk sinergi lintas institusi yang perlu terus dijaga dan dikembangkan," tambahnya. 
 
Keberhasilan program BUD sendiri tidak terlepas dari peran berbagai pihak mulai dari  perguruan tinggi, yayasan pengelola, pemerintah daerah, hingga komitmen para mahasiswa penerima program. 
 
Atas dasar itu, Adaro menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menjaga keberlanjutan program dan para  mahasiswa penerima beasiswa dapat memanfaatkannya  secara maksimal.

“Kami berharap para  mahasiswa menjadi insan yang tidak hanya unggul secara akademik namun  memiliki karakter, integritas, dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Baca juga: SIS-YABN village development program first harvests tiung chili

Sebelumnya kegiatan monitoring  dan Capacity Building Beasiswa Utusan Daerah (BUD) dihadiri 
perwakilan PT Adaro Indonesia, Rektor UPN Veteran Yogyakarta Mohamad Irhas Effendi, Ketua  BUD IPB University Ibnul Qayyim serta pihak terkait lainnya.

Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Mohamad Irhas Effendi, menyampaikan komitmennya  menyiapkan  SDM  di bidang pertambangan untuk mendukung pembangunan daerah.
 
“Kami menyiapkan tenaga ahli di bidang pertambangan untuk terus mengembangkan tambang yang mampu berkontribusi pada daerah,” ujarnya.
 
Ia menegaskan, kebijakan pemerintah terkait hilirisasi tambang menjadi perhatian serius kampus.
 
“Sekarang pemerintah sudah menegaskan tambang harus dihilirisasi. Maka kami membuka metalurgi,” katanya.

Baca juga: BUD Adaro sebagai investasi SDM daerah
 
Menurut Irhas, Program Studi Metalurgi difokuskan pada pengolahan hasil tambang bernilai tambang dan menopang hilirisasi mineral.
 
Ia berharap, ke depan mahasiswa BUD dapat mengambil peran dalam penguatan hilirisasi.

Ketua Tim Beasiswa Utusan Daerah IPB University, Ibnul Qayyim, mengingatkan mahasiswa agar tidak melupakan pihak yang telah mendukung mereka.

“Bayarlah beasiswa itu dengan prestasi dan pengabdian,” jelas Ibnul.
 

Pewarta: Herlina Lasmianti

Editor : Firman


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026