National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan mengusulkan kesetaraan bonus bagi para atlet paralympic berprestasi terlebih di tingkat internasional.
"Usulan ini sudah kami sampaikan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batola, mudah-mudahan Komisi II bisa membantu memperjuangkan," kata Ketua NPCI Batola Darmansyah di Marabahan, Kamis.
Dia dengan bangga menyampaikan atlet NPC Batola atas nama Fauzi berhasil meraih dua medali, yakni satu emas dan satu perak pada ASEAN Para Games di Thailand tahun 2026.
Atas prestasi internasional itu, dia berharap bonus yang diterima dari pemerintah daerah nanti bisa
disamakan dengan bonus atlet Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar) Batola Sirpan mengaku sangat bangga atas prestasi atlet NPC Batola.
Meski begitu, harus dipahami bahwa daerah mengalami pengurangan transfer dari pusat sebesar Rp260 miliar, sehingga kondisi ini menjadi perhitungan.
"Mudah-mudahan nanti ada solusi yang bisa kita tempuh, sehingga kawan-kawan juga terpenuhi harapannya dan kami berbangga hati bisa membantu," tegasnya.
Anggota Komisi II DPRD Batola Hasimudin mengatakan NPC Batola sudah mengajukan anggaran untuk bonus atlet NPC, namun ketika diketuk palu anggaran terakomodasi hanya 50 persen dari jumlah yang diajukan.
"Kita segera bicarakan dengan bupati, semoga bisa diperhatikan karena mereka juga sebagai putra bangsa," ucapnya.
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026