Khatib Almukarram Haji Wajihuddin dengan gamblang dalam khutbahnya mengingatkan kaum Muslim atau jamaah Shalat Jum'at, bahwa kebaikan itu balasannya baik atau surga, sebaliknya kejahatan akan mendapat balasan neraka.
"Karenanya selagi masih hidup, mari berusaha maksimal untuk berbuat kebaikan dan tak melakukan kejahatan," ajak Mustasyar (Penasihat) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam khutbahnya di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, sebelum Shalat Jum'at.
Ulama dari "Bumi Murakata" HST tersebut mengingatkan itu dengan mengutip Hadits Qudsi atau Firman Allah SWT yang menegaskan; "Demi kemuliaan Ku (Allah) bahwa kebaikan balasannya baik, kejahatan balasan jahat".
Oleh sebab itu, sebagaimana Hadits Rasulullah saw (mutafakun alaih = Hadits sahih); "beramalah kamu sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya".
"Beramal kebijakan tanda orang beruntung, sebaliknya lakukan kejahatan orang tersebut tidak beruntung," ujar Almukarram Wajihuddin mengutip Hadits Rasulullah saw (mutafakun alaih).
Ulama dari "Kota Apam" Barabai (165 km timur laut Banjarmasin), ibukota HST tersebut mengatakan, bahwa dalam kehidupan orang ada empat golongan.
Ia menjelaskan, keempat golongan itu terdiri atas; 1. awal hingga akhir beriman, 2. awalnya beriman, akhirnya tak beriman, 3. awal tidak beriman, akhirnya beriman dan 4. awal hingga akhir kehidupan tidak beriman.
"Dengan melihat fenomena dari empat golongan kehidupan tersebut, maka pada hakekatnya yang penting tetap berupaya maksimal untuk berbuat kebajikan," demikian Almukarram Wajihuddin dalam khutbahnya berdorasi lebih kurang lima menit.
Dalam kesempatan Jum'atan kali ini,. Gubernur Kalsel H Muhidin ikut bergabung bersama jamaah di masjid kebanggaan kaum Muslim di provinsi yang kini berpenduduk lebih empat juta jiwa tersebar pada 13 kabupaten/kota tersebut.
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026