Atlet boccia Indonesia Handayani merebut emas pertama cabang olahraga tersebut di ASEAN Para Games 2025 untuk kontingen Merah Putih dengan mengalahkan wakil Malaysia Lawas Angeline Melissa di His Majesty the King's 80th Birthday Anniversary Stadium, Thailand, Jumat.

Handayani memenangkan laga pamungkas melalui babak tie-break setelah persaingan pada waktu normal berakhir imbang 3-3. Kemenangan itu menunjukkan aksi comeback yang sempurna dari Handayani untuk membalas kekalahan dari Melissa pada babak penyisihan grup.

Atlet berusia 29 tahun itu mengawali laga di babak penyisihan Grup B dengan membungkam wakil tuan rumah Thailand Chanyadi Piyarat 5-1.

Pada laga kedua babak penyisihan, Handayani menelan kekalahan tipis 3-4 dari Angline Melissa, yang menjadi satu-satunya kekalahan dalam perjalanan Handayani merebut medali emas APG 2025. Meskipun kalah, Handayani mengantongi jumlah poin yang cukup untuk melaju ke babak berikutnya.

Handayani bangkit dari kekalahan pada laga kedua dengan menghajar wakil Singapura Tan Yee Ting Jeralyn dengan skor telak 4-1 pada babak semifinal, sekaligus mengantongi tiket menuju ke babak final.

Di partai puncak, Handayani kembali menghadapi Melissa. Pertemuan kedua mereka berlangsung ketat hingga berakhir dengan skor imbang 3-3. Handayani memastikan kemenangan untuk membawa pulang medali emas setelah dinyatakan unggul dalam babak tie-break.

Dengan hasil itu, tim boccia mempersembahkan emas pertama untuk Kontingen Indonesia dan memperkuat posisi di peringkat kedua klasemen sementara APG 2024 hingga Jumat (23/1) pukul 12.00 WIB.

Baca juga: Yayang Gunaya tuntaskan janji ke istri usai rebut emas di APG 2025

Baca juga: Afrizal persembahkan perunggu para boccia untuk Indonesia

Baca juga: Sella Dwi Radayana belum beruntung di final para tenis meja APG 2025




 

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Handayani rebut emas pertama boccia untuk Indonesia di APG 2025

Pewarta: Aloysius Lewokeda

Editor : Mahdani


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026