Polda Kalimantan Selatan mengoptimalkan tim kesehatan bagi jamaah saat pengamanan pengajian rutin 5 Rajab 1447 Hijriah pada 28 Desember 2025 atau haul ke-21 Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul) di Martapura, Kabupaten Banjar.
"Jadi tim kesehatan tidak hanya berada di pos pelayanan namun juga turun langsung di tengah para jamaah," kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan di Banjarbaru, Kamis.
Baca juga: Kapolda Kalsel pastikan malam Natal di 155 gereja berjalan kondusif
Yudha mengatakan langkah itu berdasarkan pengalaman sebelumnya sehingga ada beberapa hal yang perlu diantisipasi.
Dia menyebut perlu layanan kesehatan yang optimal untuk mengantisipasi adanya jamaah yang mengalami kecapaian maupun komorbid.
"Ini sebagai upaya meminimalisir jatuhnya korban jiwa, jika misal ada jamaah jatuh sakit ditangani cepat Insya Allah bisa selamat," jelasnya.
Dalam Operasi Kewilayahan Sekumpul Intan 2025, Polda Kalsel menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran acara keagamaan besar yang biasanya dihadiri oleh jutaan jamaah dari berbagai wilayah dan negara itu.
Baca juga: Ketua Bhayangkari Tanah Laut berbagi kasih Natal di panti jompo
Puluhan ribu personel dilibatkan dalam pengamanan dan pelayanan yang terdiri dari 3.099 personel Polri, 700 personel TNI, 1.500 dari instansi lainnya, dan 42.000 relawan.
Personel ditugaskan mulai Jumat (26/12) hingga berakhirnya pelaksanaan haul pada Minggu (28/12) malam untuk mengamankan pada titik vital, mengatur lalu lintas, serta melakukan patroli dan pengawalan.
Berdasarkan data haul sebelumnya, jamaah yang hadir tiga juta lebih yang memadati kawasan Kota Martapura dan sekitarnya.
Baca juga: Ditlantas Polda Kalsel cek angkutan Nataru jamin keselamatan penumpang
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025
"Jadi tim kesehatan tidak hanya berada di pos pelayanan namun juga turun langsung di tengah para jamaah," kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan di Banjarbaru, Kamis.
Baca juga: Kapolda Kalsel pastikan malam Natal di 155 gereja berjalan kondusif
Yudha mengatakan langkah itu berdasarkan pengalaman sebelumnya sehingga ada beberapa hal yang perlu diantisipasi.
Dia menyebut perlu layanan kesehatan yang optimal untuk mengantisipasi adanya jamaah yang mengalami kecapaian maupun komorbid.
"Ini sebagai upaya meminimalisir jatuhnya korban jiwa, jika misal ada jamaah jatuh sakit ditangani cepat Insya Allah bisa selamat," jelasnya.
Dalam Operasi Kewilayahan Sekumpul Intan 2025, Polda Kalsel menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran acara keagamaan besar yang biasanya dihadiri oleh jutaan jamaah dari berbagai wilayah dan negara itu.
Baca juga: Ketua Bhayangkari Tanah Laut berbagi kasih Natal di panti jompo
Puluhan ribu personel dilibatkan dalam pengamanan dan pelayanan yang terdiri dari 3.099 personel Polri, 700 personel TNI, 1.500 dari instansi lainnya, dan 42.000 relawan.
Personel ditugaskan mulai Jumat (26/12) hingga berakhirnya pelaksanaan haul pada Minggu (28/12) malam untuk mengamankan pada titik vital, mengatur lalu lintas, serta melakukan patroli dan pengawalan.
Berdasarkan data haul sebelumnya, jamaah yang hadir tiga juta lebih yang memadati kawasan Kota Martapura dan sekitarnya.
Baca juga: Ditlantas Polda Kalsel cek angkutan Nataru jamin keselamatan penumpang
Editor : Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025