Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan mencatatkan sebanyak 1.175 anak masuk  kategori stunting dengan angka tertinggi di Kecamatan Murung Pudak mencapai   212 anak.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong Husin Ansyari mengakui  wilayah perkotaan mencakup Kecamatan Murung Pudak, Tanjung dan Tanta  penyumbang terbanyak jumlah  anak  stunting.

Baca juga: Pemkab Kotabaru percepat penurunan stunting

"Total 1.175 anak berstatus stunting dan terbanyak berada di wilayah perkotaan," jelas Husin, Kamis.

Dari data yang  terjaring melalui aplikasi Si-Penting (Sistem Informasi Penanganan Stunting) Kecamatan Tanjung menempati posisi kedua terbanyak  stunting  setelah Murung Pudak dengan jumlah anak stunting 190 orang dan  Tanta 116 orang.

Sebelumnya dalam  rapat koordinasi rencana aksi penanganan stunting  Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani menyampaikan masih tingginya angka stunting karena pola asuh yang kurang tepat.

"Di perkotaan banyak anak yang  dititipkan  sehingga kontrol terhadap gizi dan asupan yang diberikan belum optimal karena kelalaian dan kurangnya pengetahuan," jelas Noor Rifani. 

Meski anak terlihat sehat namun   tumbuh kembangnya tidak sesuai dan maksimal.

Bupati pun meminta intervensi terus digiatkan baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan. agar angka stunting bisa ditekan.

"Mari bersama-sama melakukan intervensi untuk mencegah terjadinya stunting pada anak-anak dengan kolaborasi bersama pemerintah daerah dan dunia usaha," tambah Haji Fani.

Sebelumnya dari hasil penilaian Pemkab  Tabalong menempati peringkat ke-10 tingkat Provinsi Kalsel dalam kinerja delapan aksi konvergensi percepatan penurunan angka stunting dengan skor 73,14.

Baca juga: Adaro-Alamtri expand targets of stunting prevention program

Peringkat pertama penilaian kinerja yakni Kabupaten Tapin (96,28) disusul Balangan (91,65) dan Hulu Sungai Selatan  (90,0).
 

Pewarta: Herlina Lasmianti

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025