Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotabaru meluncurkan sekaligus membuka Pelatihan Matematika Metode Gampang, Asyik, dan Menyenangkan (Gasing) bagi guru dan siswa sekolah dasar (SD).
Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kotabaru Selamet Riyadi mewakili Bupati Kotabaru M. Rusli, mengatakan program tersebut menjadi pondasi penting guna membangun generasi cerdas dan bertanggung jawab.
Baca juga: Pemkab Kotabaru apresiasi pembukaan PAUD inklusi
“Pemerintah Kabupaten Kotabaru menyambut baik kegiatan ini. Metode Gasing terbukti efektif membuat siswa belajar matematika dengan cara lebih menyenangkan. Kami berharap para guru memanfaatkan pelatihan ini sebaik-baiknya, lalu menerapkan di kelas,” kata Selamet.
Ia menekankan peran guru sebagai pengajar sekaligus inspirator bagi siswa, sehingga harus menjadi pemimpin dan inspirasi bagi anak-anak dengan menerapkan metode ini untuk menumbuhkan semangat belajar yang baru.
Melalui metode pelatihan tersebut, Selamet mengungkapkan Kotabaru menjadi kabupaten pertama di Kalimantan Selatan yang menerapkan metode Gasing dalam pengembangan karir pendidik dan tenaga kependidikan.
Langkah ini diharapkan Selamet, dapat meningkatkan mutu pendidikan dasar sekaligus menumbuhkan minat belajar matematika di kalangan siswa sekolah dasar.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kotabaru Taufikkurahman menyebutkan metode Gasing merupakan terobosan penting dalam pembelajaran matematika.
Baca juga: Indocement gelar kompetisi Quarry Life Awards 2025
Dari total 258 sekolah dasar yang ada di Kotabaru, terpilih 32 guru dan 64 siswa untuk mengikuti pelatihan tersebut.
“Ini kebanggaan karena Kotabaru selangkah lebih maju sementara kabupaten lain baru akan melaksanakan pada tahun 2026. Metode Gasing dikenal sebagai pendekatan alternatif yang membuat matematika tidak lagi sulit dan menakutkan bagi siswa,” kata Taufiq.
Ia menambahkan metode ini membantu siswa SD menguasai konsep angka melalui latihan sederhana namun efektif, sehingga diharapkan guru yang mengikuti pelatihan dapat menerapkan di kelas dengan lebih kreatif.
Salah satu guru peserta pelatihan Fitriyani dari SDIT Al Izzah, menyambut positif program tersebut.
“Saya sangat tertarik karena metode Gasing bisa membuat anak-anak lebih menyukai matematika. Guru juga jadi lebih terbantu dalam mengajar, sehingga matematika bukan lagi pelajaran yang ditakuti,” ujarnya.
Baca juga: Kotabaru dorong kolaborasi lintas sektor entaskan kemiskinan usia produktif
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025
Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kotabaru Selamet Riyadi mewakili Bupati Kotabaru M. Rusli, mengatakan program tersebut menjadi pondasi penting guna membangun generasi cerdas dan bertanggung jawab.
Baca juga: Pemkab Kotabaru apresiasi pembukaan PAUD inklusi
“Pemerintah Kabupaten Kotabaru menyambut baik kegiatan ini. Metode Gasing terbukti efektif membuat siswa belajar matematika dengan cara lebih menyenangkan. Kami berharap para guru memanfaatkan pelatihan ini sebaik-baiknya, lalu menerapkan di kelas,” kata Selamet.
Ia menekankan peran guru sebagai pengajar sekaligus inspirator bagi siswa, sehingga harus menjadi pemimpin dan inspirasi bagi anak-anak dengan menerapkan metode ini untuk menumbuhkan semangat belajar yang baru.
Melalui metode pelatihan tersebut, Selamet mengungkapkan Kotabaru menjadi kabupaten pertama di Kalimantan Selatan yang menerapkan metode Gasing dalam pengembangan karir pendidik dan tenaga kependidikan.
Langkah ini diharapkan Selamet, dapat meningkatkan mutu pendidikan dasar sekaligus menumbuhkan minat belajar matematika di kalangan siswa sekolah dasar.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kotabaru Taufikkurahman menyebutkan metode Gasing merupakan terobosan penting dalam pembelajaran matematika.
Baca juga: Indocement gelar kompetisi Quarry Life Awards 2025
Dari total 258 sekolah dasar yang ada di Kotabaru, terpilih 32 guru dan 64 siswa untuk mengikuti pelatihan tersebut.
“Ini kebanggaan karena Kotabaru selangkah lebih maju sementara kabupaten lain baru akan melaksanakan pada tahun 2026. Metode Gasing dikenal sebagai pendekatan alternatif yang membuat matematika tidak lagi sulit dan menakutkan bagi siswa,” kata Taufiq.
Ia menambahkan metode ini membantu siswa SD menguasai konsep angka melalui latihan sederhana namun efektif, sehingga diharapkan guru yang mengikuti pelatihan dapat menerapkan di kelas dengan lebih kreatif.
Salah satu guru peserta pelatihan Fitriyani dari SDIT Al Izzah, menyambut positif program tersebut.
“Saya sangat tertarik karena metode Gasing bisa membuat anak-anak lebih menyukai matematika. Guru juga jadi lebih terbantu dalam mengajar, sehingga matematika bukan lagi pelajaran yang ditakuti,” ujarnya.
Baca juga: Kotabaru dorong kolaborasi lintas sektor entaskan kemiskinan usia produktif
Editor : Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025