Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Banjarbaru, Kalimantan Selatan mengimbau kalangan warga untuk mewaspadai banjir seiring tingginya curah hujan saat ini.


"Kami mengimbau warga mewaspadai terjadinya banjir karena tingginya curah hujan seperti saat ini sudah dua hari turun hujan," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Banjarbaru Miftahul Munir, Selasa.

Ia mengatakan, meski curah hujan tinggi bukan satu-satunya pemicu banjir tetapi kewaspadaan perlu ditingkatkan sehingga bisa menghindari bencana akibat fenomena alam tersebut.

Dia mengatakan pendangkalan alur sungai merupakan penyebab banjir selain semakin berkurangnya kawasan yang menjadi tangkapan air sehingga begitu hujan turun menimbulkan genangan air maupun banjir.

"Dua kondisi itu memengaruhi munculnya banjir sehingga warga terutama di kawasan yang sudah mulai dangkal sungainya dan hilang tangkapan airnya harus lebih waspada," katanya. 

Terkait curah hujan, ia mengatakan hingga dua bulan ke depan sejak awal Desember 2011 hingga Januari 2012 hampir seluruh wilayah Kalsel mengalami curah hujan dengan intensitas tinggi.

Bahkan, pihaknya memprediksi selama rentang waktu dua bulan tersebut, merupakan puncak hujan dan melanda hampir seluruh wilayah Kalsel dengan intensitas hujan sedang dan tinggi.

"Intensitas curah hujan diprediksi di atas normal antara 300-400 milimeter dan prediksi itu tergolong tinggi sehingga boleh dikatakan selama dua bulan merupakan puncak musim hujan di Kalsel," ujarnya.

Ia memprediksi memasuki awal tahun 2012, yakni awal hingga akhir Januari curah hujan di atas wilayah Kalsel diprediksi masih tinggi dan banyak daerah yang dilanda hujan.

"Sepanjang satu bulan itu, curah hujan diprediksi masih di atas normal dan baru memasuki bulan Februari diperkirakan curah hujan menurun dengan kisaran 200-300 milimeter," kata dia.

Ia mengatakan naiknya suhu permukaan laut di perairan Kalsel juga ikut memicu tingginya intensitas hujan terutama di kawasan pesisir yang diprediksi hujan.(Zal/A)

Pewarta:

Editor : Abdul Hakim Muhiddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2011