Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) melakukan uji tera beberapa minyak goreng kemasan di toko Pasar Keramat Barabai tindaklanjuti isu yang sedang ramai minyak goreng merek Minyak Kita dengan kemasan 1 liter yang dikurangi takarannya.

"Kami membeli minyak satu liter dari dua toko berbeda sebagai sampel dan langsung ditakar di lokasi, hasilnya tidak ditemukan minyak goreng yang dibawah satu liter," kata Kepala Bidang Perdagangan HST Aris Waluyo di Barabai, Kamis. 

Uji pertama kepada minyak yang diproduksi PT Sukajadi Sawit Mekar, Kotawaringin Timur, lalu uji kedua minyak yang diproduksi PT Fortuna Abu Zaid, Pengkalanbun menggunakan alat ukur yang standar semuanya pas.

Meski tidak ditemukan kekurangan, pihaknya akan terus memantau situasi di pasar, jika diperlukan mereka juga akan mengunjungi distributor minyak yang ada di HST guna mengantisipasi beredarnya minyak goreng yang tidak sesuai takaran. 

"Kalau terkait harga memang ada perbedaan, ada yang selisih 500 rupiah, tapi itu pasar yang menentukan berapa harga per liternya," paparnya.

Sebelumnya, isu minyak goreng kemasan 1 liter yang dikurangi takarannya ini sempat viral setelah Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan sidak ke pasar di daerah Solo belum lama tadi dan mengundang reaksi masyarakat.

Sebulan yang lalu, salah satu pedagang di Pasar Keramat Barabai juga mengaku pernah mendapatkan minyak goreng dengan merek Minyak Kita yang takarannya kurang dari 1 liter.

Pedagang ini mengaku memesan minyak sebanyak 100 buah kardus, namun setelah dibuka ia curiga karena bungkus minyak lebih kecil dari biasanya, padahal dikemasan itu tertulis isi minyak 1 liter, setelah diuji ternyata kurang dari 1 liter. 

"100 dus minyak tersebut langsung sayak kembalikan ke pihak ketiga tempat awal membeli, tampak kardus minyaknya juga berbeda dari biasanya, ada garis warna hijaunya," jelasnya.

Pewarta: Muhammad Hidayatullah

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025