Kementerian Agama Kalimantan Selatan menindaklanjuti informasi adanya jamaah haji asal Embarkasi Syamsudin Noor Banjarmasin yang mengalami stres di Jeddah, Arab Saudi.

Kepala Bagian Humas Kemenag Kalsel Hidayaturrahman di Banjarmasin, Rabu mengatakan, pihaknya telah mencari informasi ke petugas kesehatan dan pendamping jamaah di masing-masing kloter yang telah diberangkatkan.

"Namun sampai sekarang informasi jamaah yang stres tersebut belum kita dapatkan, justru para jamaah asal Embarkasi Banjarmasin sehat-sehat semua," katanya.

Tidak menutup kemungkinan, kata dia, benar ada jamaah haji asal Banjarmasin yang stres, namun berangkatnya dari embarkasi lain seperti dari Balikpapan ataupun dari Jawa.

Menurut dia, berdasarkan informasi dari dokter dari Kemenag Pusat yang bertugas di Mekkah, saat ini cuaca di Tanah Suci cukup panas sehingga memicu terjadinya stres bagi jamaah.

"Infonya saat ini suhu di Mekkah dan Jeddah mencapai 40 derajat Celcius jauh lebih panas dibanding di Indonesia yang rata-rata hanya 32 derajat Celcius," katanya.  

Saat ini, kata dia, jamaah asal Kalsel yang sudah berada di Jeddah dan Mekkah mencapai 3.898 orang dan dari jumlah tersebut belum ada informasi adanya jamaah yang sakit serius hingga dirawat.

Kalaupun ada, kata dia, hanya beberapa karena penyakit yang telah diderita sejak di kampung halaman, namun setelah mendapatkan pengobatan  mereka bisa menunaikan rukun ibadah haji.

"Saya telah menghubungi petugas kesehatan kloter 1, 2, 3, 5, 8, 9 dan 10, seluruhnya menyatakan bahwa jamaah dalam kondisi baik," katanya.

Sedangkan petugas Kloter 6 dan 7 hingga kini belum berhasil dihubungi namun diharapkan semuanya dalam kondisi baik.

Hidayat menambahkan, seluruh keluarga yang ditinggalkan tidak perlu cemas, karena jamaah dijamin mendapatkan perhatian dari seluruh petugas dengan baik.

Menurut dia, Kemenag sudah minta agar petugas kesehatan dan lainnya tidak berhaji tetapi lebih fokus melayani jamaah karena keberangkatan mereka memang untuk mendampingi jamaah.

"Kemenag mengatakan, tidak akan memaafkan petugas yang lebih mementingkan diri sendiri daripada jamaah, karena keberangkatan mereka tidak untuk berhaji tetapi untuk melayani jamaah," katanya.

Kecuali, tambah dia, ada kesempatan yang memungkinkan bagi petugas untuk melaksanakan ibadah tanpa mengabaikan pelayanan yang telah menjadi tanggung jawabnya.

Hingga saat ini, tersisa lima kloter yang belum berangkat setelah kloter 12 dari Kabupaten Banjar diberangkatkan pada Rabu sekitar pukul 00.58 Wita.

Kloter 12 langsung dilepas oleh Bupati Banjar Gusti Khairul Saleh di Asrama Haji Syamsudin Noor.

Pada kesempatan tersebut Bupati berharap, warga Banjar tetap menjaga martabat warga Banjar baik tingkah laku maupun cara berpakaian.

Selain itu, diharapkan antar jemaah bisa saling tolong menolong dan bekerja sama saat dalam kesulitan. 

Hingga kloter 12, keberangkatan berjalan lancar, begitu juga dengan jumlah jemaah hampir tidak ada yang batal berangkat kecuali dua orang dari kloter enam dan 11 yang tertunda berangkat karena sakit./B*C

Pewarta:

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2011