Martapura, (Antaranews) - Puluhan buah rumah di Desa Sungai Rangas Ulu, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, rusak akibat diterjang puting beliung atau angin kencang yang melanda kawasan setempat, Minggu siang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar Noor Sunarto di Kota Martapura, Minggu, mengatakan, jumlah rumah yang rusak mencapai 41 buah.
"Ada 41 buah rumah yang rusak akibat tiupan angin kencang yang terjadi sekitar pukul 15.00 Wita. Kerusakan baik rusak ringan, rusak sedang hingga rusak berat," ujarnya.
Disebutkan, pihaknya menurunkan personel di lapangan untuk melakukan pendataan lebih detail guna mengetahui kerusakan bangunan akibat fenomena alam tersebut.
"Informasi terbaru yang diperoleh dari personel di lapangan terdapat 17 buah rumah rusak berat seperti sebagian besar bangunan dan atapnya hilang dan 24 buah rusak sedang dan ringan," ucapnya.
Menurut dia, personel BPBD yang diturunkan selain melakukan pendataan untuk memastikan kerusakan, mereka juga membawa bantuan peralatan yakni tenda gulung bagi korban bencana itu.
"Personel membawa tenda gulung secukupnya dan pasti sangat diperlukan korban yang rumahnya rusak sehingga bisa berteduh sementara jika mereka masih bertahan disitu," ungkapnya.
Dikatakan, pihaknya juga sudah menyiapkan bantuan bahan makanan yang siap disalurkan jika memang korban bencana membutuhkan dan disalurkan sesuai kebutuhan.
"Kami siap menyalurkan bantuan bahan makanan. Jika memang diperlukan malam ini juga bantuan akan disalurkan sehingga korban mendapatkan makanan secepatnya," ujar dia.
Ditambahkan, koordinasi dengan camat terus dilakukan untuk mengetahui situasi terkini baik mengenai kerusakan maupun kemungkinan masyarakat yang menjadi korban bencana alam itu.
"Kami sudah berkoordinasi dengan camat yang melakukan pendataan dan melaporkan kerusakan. Sejauh ini tidak ada korban jiwa akibat tiupan angin kencang itu," katanya.
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2016
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar Noor Sunarto di Kota Martapura, Minggu, mengatakan, jumlah rumah yang rusak mencapai 41 buah.
"Ada 41 buah rumah yang rusak akibat tiupan angin kencang yang terjadi sekitar pukul 15.00 Wita. Kerusakan baik rusak ringan, rusak sedang hingga rusak berat," ujarnya.
Disebutkan, pihaknya menurunkan personel di lapangan untuk melakukan pendataan lebih detail guna mengetahui kerusakan bangunan akibat fenomena alam tersebut.
"Informasi terbaru yang diperoleh dari personel di lapangan terdapat 17 buah rumah rusak berat seperti sebagian besar bangunan dan atapnya hilang dan 24 buah rusak sedang dan ringan," ucapnya.
Menurut dia, personel BPBD yang diturunkan selain melakukan pendataan untuk memastikan kerusakan, mereka juga membawa bantuan peralatan yakni tenda gulung bagi korban bencana itu.
"Personel membawa tenda gulung secukupnya dan pasti sangat diperlukan korban yang rumahnya rusak sehingga bisa berteduh sementara jika mereka masih bertahan disitu," ungkapnya.
Dikatakan, pihaknya juga sudah menyiapkan bantuan bahan makanan yang siap disalurkan jika memang korban bencana membutuhkan dan disalurkan sesuai kebutuhan.
"Kami siap menyalurkan bantuan bahan makanan. Jika memang diperlukan malam ini juga bantuan akan disalurkan sehingga korban mendapatkan makanan secepatnya," ujar dia.
Ditambahkan, koordinasi dengan camat terus dilakukan untuk mengetahui situasi terkini baik mengenai kerusakan maupun kemungkinan masyarakat yang menjadi korban bencana alam itu.
"Kami sudah berkoordinasi dengan camat yang melakukan pendataan dan melaporkan kerusakan. Sejauh ini tidak ada korban jiwa akibat tiupan angin kencang itu," katanya.
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2016