Seorang pengurus Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) pusat Drs.Muhammad Ary Achdyani menilai sudah selayaknya ada jaringan usahawan orang orang Banjar yang ada di dunia, dalam upaya meningkatkan perekonomian dan keberadaan etnis ini.

Hal tersebut dikemukakan oleh Muhammad Ary Achdyani yang juga dikenal sebagai Wakil Ketua IV bidang kerja sama dan silaturahmi KBB saat menjadi pembicara di Raker pertama KBB, di mahligai Pancasila, Kota Banjarmasin, minggu sore.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Ary Achdyani yang juga dikenal sebagai mantan Kepala Biro di Rektorat Universitas Lambung Mangkurat (ULM) tersebut menyebutkan dengan adanya jaringan usaha orang Banjar, maka antar usahakan bisa saling melakukan kerja sama dalam upaya mengembangkan usaha satu sama lain.

"Setidaknya dengan adanya jaringan tersebut maka antarusahawan saling memberikan informasi mengenai usaha yang bisa dikembangkan dimana saja orang Banjar tersebut berada," tuturnya saat tampil bersama dengan nara sumber yang lain yang membahas topik yang lain pula.

Menurutnya, kerja sama tersebut tentu di berbagai bidang, antara lain, industri, perdagangan, tenaga listrik, kehutanan, bahkan di sektor pertanian atau persawahan yang dikenal dengan istilah "babandang" jika di negeri Malaysia.

Usahawan Banjar yang sudah dikenal menjadi saudagar di berbagai negara lain, seperti pembangkit listrik tenaga matahari, perdagangan gaharu, pedagang emas dan berlian, bahkan dalam bidang biro perjalanan travel yang bisa dikerjasamakan antar negara.

Dalam usaha perekonomian tersebut bisa bergandengan dengan kerjasama kebudayaan, kerjasama keagamaan, atau kerjasama intelektual perguruan tinggi, yang kait mengkait, tambah Muhammad Ary Achdyani yang juga dikenal sebagai Ketua Forum Silaturahmi Kulaan Banjar (FSKB) yang sudah berkeliling mendatangi komunitas orang Banjar di berbagai negara dalam program "Batiti Kulaan" tersebut. 

Dalam beberapa kali traveling di negeri jiran Malaysia dan Singapura, ia sudah bertemu dengan usahawan usahawan muda orang Banjar, seperti usahawan serat optik, energi listrik, dan usahawan gaharu, yang ternyata menyambut baik jika ada jaringan usaha tersebut.

Jika jaringan jaringan kerjasama berbagai sektor tersebut bisa berjalan maka keberadaan KBB dunia yang sekarang dikomando oleh Paman Birin ini lebih terasa maknanya, dan tidak lagi sebatas silaturahmi dan mencari antar  juriat tetapi lebih luas lagi, yang bisa mengangkat keberadaan orang orang Banjar yan ada di dunia ini.

Dalam Raker tersebut ada beberapa pembicara yang dipaparkan secara panel seperti masalah "Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Legalitas dan Dinamika Kelembagaan" oleh Wakil Sekretaris Umum (Wasrkum)  II Pengurus Pusat KBB Sa-Dunia Indrawansyah Syarkowi.
 
Topik lain Penguatan Nilai-Nilai Kebudayaan dan Sosial Keagamaan Masyarakat Banjar oleh H Apriansyah, Tamjidnor dan Tarmuji.
 
Paparan "Pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan secara Kolektif Berbasis Komunitas dan Fungsi Kartu BPJS Ketenagakerjaan sebagai KTA Anggota Komunitas".
 
Kemudian paparan topik "Peran Website dan Pentingnya Publikasi untuk eksistensi Organisasi" oleh Yakob KM Ismail.

Sebelum Raker tersebut pelantikan Pengurus Daerah Khusus (PDK) KBB Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru dan Kabupaten Barito Kuala (Batola) masa bakti 2023 - 2027.
 
Pada kesempatan itu pula, penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan KBB provinsi luar Kalsel diantaranya Jawa Timur (Jatim) serta Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dari  luar negeri antara lain Malaysia dan Brunei Darussalam.
 
Raker KBB dan pelantikan PDK KBB Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru dan Batola tersebut sekaligus peringatan Milad XIV Tahun 2024 KBB Sa-Dunia serta menghadiri Haul ke-218 Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datuk Kulampaian bagi peserta luar Kalsel.

Pewarta: Hasan Zainuddin

Editor : Gunawan Wibisono


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2024