Sejumlah pedagang di Pasar Ramadhan Mabuun Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan mengaku harus membayar lapak selama satu bulan sebesar Rp300 ribu plus uang kebersihan Rp5.000.

"Kami bayar lapak Rp300 ribu selama satu bulan ditambah uang kebersihan Rp5 ribu per hari," ungkap satu pedagang minuman Rahma di Tabalong, Selasa.

Baca juga: Pembangunan gedung rektorat STIT Tabalong butuhkan dana Rp5 miliar

Selain Rahma ada sekitar 30 pedagang makanan dan minuman mengisi pasar Ramadhan di Pusat Kuliner Mabuun Kecamatan Murung Pudak.

Fasilitas pasar Ramadhan pun masih minim hanya berupa tenda tarup dan meja seadanya.

Sebelumnya pasar Ramadhan di pusat kuliner Mabuun ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabalong Hamida Munawarah dihadiri Bupati Tabalong Anang Syakhfiani dan pejabat lingkup Pemkab Tabalong.

Dalam sambutannya Bupati Tabalong Anang Syakhfiani berjanji akan  memperluas fasilitas di pasar Ramadhan ini agar pedagang tidak kehujanan mengingat tingginya curah hujan saat ini.

Baca juga: Aparat Desa Kupang Nunding Tabalong jadi korban perampokan

"Selama ini kita masih kesulitan membuat prototipe pasar Ramadhan di Tabalong dan pedagang juga bersifat musiman," jelas Anang.

Namun Anang berharap ke depan pasar Ramadhan bisa dibangun lebih bagus dengan dilengkapi panggung hiburan sehingga dapat mendongkrak pengunjung.

Bagi Anang kehadiran pasar Ramadhan selain memberi kesempatan bagi pedagang maupun UMKM lokal juga bertujuan memberikan kemudahan bagi masyarakat memenuhi kebutuhan untuk berbuka puasa.

Baca juga: KUPS Ekowisata Riam Kinarum terima bantuan ekonomi produksi

Pewarta: Herlina Lasmianti

Editor : Gunawan Wibisono


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2024