Semarang, (Antaranews Kalsel) - Presiden Joko Widodo berkunjung ke Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa, untuk mempromosikan program amnesti pajak kepada para pengusaha setelah pada Senin (8/9) menyosialisasikan program itu di Bandung, Jawa Barat.

Menurut pantauan Antara di Semarang pada Selasa malam, pukul 20.00 WIB, Presiden memberikan paparan mengenai amnesti pajak kepada sekitar 2.500 undangan di Grand Ballroom Rama Shinta, Hotel Patra Jasa.

"Ini adalah untuk kepentingan yang lebih besar yaitu kepentingan bangsa dan negara dalam situasi dan ekonomi seperti sekarang.  Ini bukan untuk yang lain-lain," kata Jokowi dalam paparannya.

Menurut Presiden, program tax amnesty memberikan kesempatan kepada para wajib pajak untuk melaporkan kekayaan sebenarnya serta untuk bersumbangsih untuk pembangunan di dalam negeri.

Sejumlah pejabat pemerintah yang hadir pada acara tersebut antara lain Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad, Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi serta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Presiden menjelaskan program pengampunan pajak akan diawasi secara langsung oleh Jokowi dengan membentuk satgas amnesti pajak.

Presiden juga menunjukkan nomor hotline pengaduan amnesti pajak di nomor 08112283333 bagi masyarakat yang ingin melaporkan jika ada kecurangan dalam pelaksaan pelaporan amnesti pajak.

Presiden mengatakan pelaksanaan amnesti pajak bagi wajib pajak dapat melalui beberapa hal yaitu repatriasi dana dari luar negeri, atau mengungkapkan aset-aset yang dimiliki oleh wajib pajak.

"Kalau mau investasi langsung itu lebih baik. Tapi kalau tidak, pemerintah juga telah menyiapkan instrumen investasi portofolio misalnya SBN, SUN, Sukuk, kemudian kalau BUMN bisa obligasi, bisa saham," kata Jokowi.

Sebelumnya, Presiden memperkirakan dana repatriasi dari kebijakan amnesti pajak akan mulai banyak masuk ke Indonesia pada pekan ketiga-keempat Agustus dan awal September 2016.

Jokowi mengakui bahwa dana masuk dari amnesti pajak sangat dibutuhkan negara untuk membangun infrastruktur yang membutuhkan anggaran sekitar Rp4.900 triliun.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan hingga pada Senin (8/8) jumlah harta yang telah dideklarasikan dalam pelaksanaan amnesti pajak mencapai Rp9,27 triliun.

Jumlah tersebut meningkat dari 1 Agustus 2016 di mana Kepala Negara menjelaskan jumlah wajib pajak yang sudah mendaftar sebanyak 344 orang dengan dana sekitar Rp3,7 triliun.

Guna menyukseskan program tersebut, Presiden akan terus menyosialisasikan amnesti pajak di seluruh kota besar dimana sebelumnya telah dilakukan di Jakarta, Surabaya, Medan dan Bandung./f

Pewarta: Bayu Prasetyo

Editor : Hasan Zainuddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2016