Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Bursa Efek Indonesia Kalimantan Selatan membuka Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS) yang bakal diikuti 150 orang pada 10-11 Juni 2016.

Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia M Wira Adi Brata di Banjarmasin Rabu mengatakan, SPMS yang digelar pada Ramadan ini, merupakan salah satu upaya BEI untuk terus melaksanakan kegiatan edukasi kepada masyarakat luas.

"Momentum Ramadan justru menjadi penyemangat untuk mengkaji dan mendalami investasi yang sesuai syariah. Untuk itu kita akan menggelar Sekolah Pasar Modal Syariah," katanya.

Kegiatan SPMS kali ini, tambah dia, BEI menggandeng Fakultas Studi Islam dan Ekonomi Syariah, Universitas Islam Kalimantan dengan target peserta 150 orang.

Kegiatan ini akan digelar selama dua hari, yaitu 10 Juni untuk 75 peserta, dan 11 Juni untuk 75 peserta.

"Acaranya memang digelar di kampus, namun kegiatan ini juga terbuka untuk masyarakat umum," katanya.

Para calon peserta, bisa mendaftar di kampus Uniska atau dapat menghubungi BEI Banjarmasin di 0511-3256985.

Kegiatan ini, tambah Wira, juga didukung oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kalsel, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Uniska dan PT Phintraco Securities.

Dalam kegiatan SPSM tersebut akan dibahas beberapa hal seperti dasar-dasar hukum Islam dalam pasar modal syariah, bagaimana cara berinvestasi secara syariah di pasar modal dan bagaimana cara memilih saham-saham syariah yang baik dan berpotensi membawa hasil dikemudian hari.

Selain itu, kegiatan SPMS ini juga akan menggelar doa bersama serta buka bersama dalam setiap kegiatannya.

"Selain belajar, kita juga akan menggelar doa bersama dan buka bersama," kata Wira.

Pendaftaran masih dibuka hingga hari Kamis (9/6) dengan syarat foto copy KTP, foto copy buku tabungan, dana Rp100 ribu untuk digunakan membeli saham dan materai Rp6000 sebanyak 3 lembar.

"Sampai saat ini, sudah terdapat calon peserta sebanyak 100 orang, jadi hampir terpenuhi kuota kelas kita," katanya.

Pewarta: Ulul Maskuriah

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2016