Kepolisian Resort Kota Banjarmasin mengimbau para pengusaha emas yang memiliki toko agar memasang CCTV atau kamera tersembunyi yang bisa merekam kejadian untuk memudahkan penyidikan kasus-kasus kejahatan.
       
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin Kompol Suhasto Sik di Banjarmasin, Minggu mengatakan, dengan adanya CCTV maka aksi kejahatan mudah direkam untuk mengungkap pelakunya serta membuat penjahat berfikir dua kali untuk melancarkan aksi.
       
"Keberadaan CCTV akan sangat membantu tugas polisi untuk melakukan proses penyelidikan," katanya.
       
Ia menilai, toko emas adalah toko yang rentan menjadi sasaran tindak pidana kejahatan seperti perampokan, pencurian dan penipuan seperti banyak terjadi didaerah lain.
        
Selain itu ucap Suhasto, biasanya menjelang Lebaran tindak kejahatan semakin meningkat karena banyak orang putus asa dan mencari jalan pintas untuk memenuhi kebutuhan Lebaran dengan cara merampok dan mencuri.
        
"Orang bisa bermodal nekad untuk melakukan kejahatan sehingga kita sebagai polisi juga sulit melakukan pengawasan disetiap pusat perdagangan dan perbelanjaan atau disetiap toko," katanya.
        
Untuk itu Polresta Banjarmasin mengimbau untuk membantu tugas polisi dalam mengatasi, mengungkap dan menangkap pelaku kriminal maka pihak pedagang termasuk toko emas agar bisa melengkapi tokonya dengan memasang CCTV, imbaunya.
        
Suhasto juga mengimbau, perbankan dan pusat perbelanjaan seperti Mal agar bisa menambah kamera pemantau di tempat-tempat yang tidak setiap saat dilakukan pengawasan.
       
Ia berharap, dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriah ini tindak kejahatan di Kota Banjarmasin tidak meningkat sehingga masyarakat tidak merasa terganggu dalam melaksanakan aktivitas kesehariannya.
       
"Masyarakat juga bisa berpartisipasi agar angka kejahatan bisa ditekan, seperti bepergian tidak mempertontonkan perhiasan atau meminta kawalan polisi saat akan mengambil uang dalam jumlah besar di bank," katanya.

Pewarta:

Editor : Abdul Hakim Muhiddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2010