Saham-saham Jerman ditutup lebih tinggi pada perdagangan Rabu (26/1/2022), melanjutkan keuntungan untuk hari kedua berturut-turut dengan indeks acuan DAX 40 di Bursa Efek Frankfurt naik tajam 2,22 persen atau 335,52 poin, menjadi menetap di 15.459,39 poin.

Indeks DAX 40 terangkat 0,75 persen atau 112,74 poin menjadi 15.123,87 poin pada Selasa (25/1/2022), setelah terperosok 3,80 persen atau 592,75 poin menjadi 15.011,13 poin pada Senin (24/1/2022), dan anjlok 1,94 persen atau 308,45 poin menjadi 15.603,88 poin pada Jumat (21/1/2022).

Dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks DAX 40, sebanyak 36 saham  membukukan keuntungan, sementara hanya empat saham yang mengalami kerugian.

Baca juga: Saham unggulan Jerman rontok

Bursa Efek Frankfurt terhitung sejak 20 September 2021 secara resmi memperluas komponen indeks DAX 30 menjadi 40 saham atau menjadi indeks DAX 40.

Airbus SE, sebuah perusahaan industri pesawat terbang dan peralatan militer Eropa melonjak 5,53 persen, merupakan pencetak keuntungan paling banyak (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips.

Disusul oleh saham perusahaan Jerman yang memproduksi berbagai bahan baku berbasis poliuretan dan polikarbonat Covestro AG yang terangkat 5,34 persen, serta perusahaan yang beroperasi sebagai perusahaan energi terbarukan multinasional Jerman Siemens Energy AG menguat 4,70 persen.

Di sisi lain, Beiersdorf AG, perusahaan yang mengembangkan, memproduksi, dan memasarkan produk perawatan pribadi, medis sekali pakai Jerman mengalami kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya merosot 1,33 persen.

Baca juga: Saham Jerman berakhir merosot

Diikuti oleh perusahaan Jerman yang menawarkan pengorganisasian pasar untuk perdagangan saham dan sekuritas lainnya Deutsche Boerse AG yang menyusut 0,42 persen, serta perusahaan produsen produk kimia industri, komersial, dan konsumen multinasional Jerman Henkel AG & Co. melemah 0,23 persen.

Pewarta: Apep Suhendar

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2022