Balikpapan, (Antaranews Kalsel) - Ketua Panitia Borneo Adventure Offroad (BAOR) Harris Herdiansyah mengatakan, petualangan menjelajah alam melewati medan ekstrem BAOR memasuki gelaran ketiga pada 15-18 Oktober 2015.
"Kali ini rutenya dari Samarinda ke Sangatta melewati pesisir," kata Ketua Panitia Harris Herdiansyah di Balikpapan, Jumat.
Tempat-tempat yang dilewati sepanjang perjalanan itu antara lain Anggana, Muara Badak, Tanjung Santan, Bontang, Sangkima, dan Sangatta.
"Treknya cukup menjanjikan, ada medan lumpur, menyeberang sungai, medan berpasir, jalan tanah keras, dan buat hiburan ada sedikit aspal juga," kata Harris.
Seperti di dua penyelenggaraan sebelumnya, BAOR mengharuskan pesertanya ikut dalam regu. Satu regu terdiri dari 3 mobil dengan jumlah personel tidak dibatasi.
Sebab bernaung di bawah regulasi Indonesian Offroad Federation (IOF) mobil-mobil yang bisa diikutkan adalah mobil yang sudah memenuhi persyaratan IOF. Untuk keselamatan, misalnya, setiap mobil diwajibkan memasang rollbar atau rollcage minimal di ruang kemudi. Tempat duduk juga harus memiliki sabuk keselamatan dengan standar 4 titik.
"Juga harus ada peralatan recovery, winch, itu wajib," tegas Harris.
Winch adalah derek yang ditempatkan di ujung hidung mobil. Kadang ada juga mobil dengan dua winch dan salah satunya ditaruh di belakang. Winch sangat berguna saat mobil mengalami kesulitan maju dengan tenaga sendiri seperti kerap terjadi di medan lumpur atau di tanjakan licin.
Sampai Jumat 25/9, sudah puluhan regu mendaftar menjadi peserta. Mereka berasal dari dari Balikpapan, Bontang, Samarinda, dan Sangatta. Sejumlah regu dari Barabai dan Banjarbaru serta Banjarmasin, Kalimantan Selatan, turut pula meramaikan event ini.
"Ini offroader senior dari Barabai, Helmi, mengabarkan timnya dari Barabai akan menurunkan 20 mobil untuk jadi peserta," kata Bambang Parijoto, ketua IOF Kaltim./
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2015
"Kali ini rutenya dari Samarinda ke Sangatta melewati pesisir," kata Ketua Panitia Harris Herdiansyah di Balikpapan, Jumat.
Tempat-tempat yang dilewati sepanjang perjalanan itu antara lain Anggana, Muara Badak, Tanjung Santan, Bontang, Sangkima, dan Sangatta.
"Treknya cukup menjanjikan, ada medan lumpur, menyeberang sungai, medan berpasir, jalan tanah keras, dan buat hiburan ada sedikit aspal juga," kata Harris.
Seperti di dua penyelenggaraan sebelumnya, BAOR mengharuskan pesertanya ikut dalam regu. Satu regu terdiri dari 3 mobil dengan jumlah personel tidak dibatasi.
Sebab bernaung di bawah regulasi Indonesian Offroad Federation (IOF) mobil-mobil yang bisa diikutkan adalah mobil yang sudah memenuhi persyaratan IOF. Untuk keselamatan, misalnya, setiap mobil diwajibkan memasang rollbar atau rollcage minimal di ruang kemudi. Tempat duduk juga harus memiliki sabuk keselamatan dengan standar 4 titik.
"Juga harus ada peralatan recovery, winch, itu wajib," tegas Harris.
Winch adalah derek yang ditempatkan di ujung hidung mobil. Kadang ada juga mobil dengan dua winch dan salah satunya ditaruh di belakang. Winch sangat berguna saat mobil mengalami kesulitan maju dengan tenaga sendiri seperti kerap terjadi di medan lumpur atau di tanjakan licin.
Sampai Jumat 25/9, sudah puluhan regu mendaftar menjadi peserta. Mereka berasal dari dari Balikpapan, Bontang, Samarinda, dan Sangatta. Sejumlah regu dari Barabai dan Banjarbaru serta Banjarmasin, Kalimantan Selatan, turut pula meramaikan event ini.
"Ini offroader senior dari Barabai, Helmi, mengabarkan timnya dari Barabai akan menurunkan 20 mobil untuk jadi peserta," kata Bambang Parijoto, ketua IOF Kaltim./
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2015