Saham-saham Jepang berakhir lebih tinggi pada perdagangan Senin, dengan indeks Nikkei naik untuk sesi ketiga berturut-turut memperpanjang pemulihannya dari level terendah enam minggu pekan lalu, karena penurunan tajam yen menguntungkan eksportir.

Sementara penurunan infeksi COVID-19 menambah harapan pembukaan kembali ekonomi.

Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) melonjak 1,60 persen atau 449,26 poin menjadi menetap di 28.498,20 poin, naik lebih dari 1.000 poin dari terendah enam minggu pada Rabu (6/10/2021), sementara indeks Topix yang lebih luas terangkat 1,77 persen atau 34,73 poin menjadi ditutup di 1.996,58 poin, menandai keuntungan hari kedua berturut-turut.

Kasus baru infeksi virus corona di Jepang turun menjadi 553 pada Minggu (10/10/2021), terendah dalam hampir setahun, menurut penyiar publik NHK. Pada puncak gelombang kelima Jepang pada akhir Agustus, jumlahnya mendekati 26.000.

Baca juga: Saham Jepang menguat

"Penurunan cepat infeksi virus corona secara nasional telah menghilangkan satu alasan bagi investor untuk berhati-hati, dan mereka membeli kembali saham," kata seorang pelaku pasar di sebuah perusahaan sekuritas domestik.

Transportasi udara adalah salah satu sektor dalam indeks Topix dengan kinerja terbaik, melonjak 3,59 persen. Maskapai penerbangan ANA Holdings menguat 3,7 persen dan Japan Airlines bertambah 3,5 persen.

Sementara itu, yen turun hingga mencapai 112,75 per dolar untuk pertama kalinya sejak Desember 2018. Mata uang yang lebih lemah meningkatkan nilai barang yang dijual di luar negeri ketika keuntungan dipulangkan.

Baca juga: Saham Jepang jatuh

Saham Toyota Motor terangkat 3,3 persen, sementara Mitsubishi Motors melambung 5,9 persen dan Nissan Motor meningkat 5,3 persen. Sektor peralatan transportasi bertambah 3,0 persen. Panasonic Corp melonjak 6,7 persen, sementara pemulihan saham teknologi China membantu SoftBank Group menguat 4,9 persen.

Sony Group juga bertambah 4,4 persen di tengah laporan bahwa mereka mungkin membangun pabrik chip baru dengan TSMC di Jepang.

Sementara itu, Yaskawa Electric Corp turun 1,9 persen meskipun ada revisi naik untuk prospek labanya pada Jumat (8/10/2021). Perusahaan ini adalah salah satu yang pertama melaporkan hasil keuangan setiap musim, dan secara luas dipandang sebagai penentu arah.

“Di permukaan revisi terlihat bagus, tetapi tampaknya pasar mengharapkan angka yang sedikit lebih tinggi,” kata seorang pelaku pasar dari perusahaan sekuritas domestik yang terpisah.

Perusahaan pendukung bisnis Sansan melesat 14,4 persen setelah mengumumkan pemecahan saham bersama dengan hasil laporan laba.
 

Pewarta: Apep Suhendar

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2021