Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Harga ikan air tawar jenis haruan (gabus) di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menembus Rp110 ribu per kilogram dan harga tersebut bertahan sejak dua minggu terakhir.


Salah seorang penjual nasi kuning Udin, Rabu di Banjarbaru mengatakan, harga ikan haruan dibelinya mencapai Rp103 per kilogram dan itu pun di beli melalui pedagang langganan.

"Harga langganan mencapai Rp103 ribu, sedangkan di tingkat pedagang eceran mencapai Rp110 ribu," ujar pedagang di bilangan Jalan Taruna Praja Loktabat Utara Banjarbaru itu.

Ia mengatakan, akibat tingginya harga ikan yang sangat cocok menjadi lauk nasi kuning itu membuat dirinya tidak berani membeli karena khawatir mengalami kerugian.

Disebutkan, sebelum naik hingga menembus di atas Rp100 ribu, harga ikan haruan berkisar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram sehingga masih bisa dibeli untuk melengkapi lauk.

"Kalau harganya menembus Rp103 ribu per kilogram kami tidak berani membelinya sehingga beralih ke ikan sejenis yakni Toman. Itu pun harganya juga naik," ucap dia.

Menurut dia, seiring naiknya harga ikan haruan di pasaran, harga ikan Toman juga mengalami kenaikkan dua kali lipat dibanding harga sebelumnya yakni Rp60 ribu per kilogram.

"Sebelumnya harga ikan Toman sebesar Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram, tetapi sekarang harganya naik dua kali lipat mencapai Rp60 ribu per kilogram," sebutnya.

Dikatakan, pihaknya tidak mengetahui penyebab naiknya harga ikan air tawar itu, tetapi mendengar dari pedagang kenaikkan akibat sulit mendapatkan ikan tersebut.

"Informasi dari pedagang, kondisi air sungai sedang naik akibat musim hujan sehingga sulit mendapatkan ikan di habitatnya yang banyak hidup di sungai dan rawa," kata dia.

Salah seorang pedagang ikan Haruan di Pasar Bauntung Banjarbaru, Ardi mengatakan, pemancing ikan kesulitan mendapatkannya sehingga harga melonjak naik.

  "Ikan Haruan dipasok pemancing tetapi karena musim hujan seperti sekarang dan air sungai maupun rawa tinggi sehingga pemancing kesulitan mendapatkan ikan," katanya.   

Pewarta: Yose Rizal

Editor : Asmuni Kadri


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2015