Rantau (ANTARA) - Kepolisian Resor Tapin, Polda Kalimantan Selatan, mengembangkan budidaya ikan gabus dan nila sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus sarana edukasi bagi anak-anak.

Kapolres Tapin AKBP Weldi Rozika di Rantau, Kamis, mengatakan program budidaya ikan tersebut memanfaatkan lahan kosong di area Mapolres untuk membangun kolam dan bioplok sebagai media pemeliharaan ikan.

Baca juga: PT Tri Buana Mas kembangkan ekonomi masyarakat

“Sebanyak 500 bibit ikan gabus kami tebar di tiga bioplok, dan 300 bibit nila lainnya di kolam khusus di lingkungan TK Polres Tapin,” kata Weldi di Rantau, Kabupaten Tapin, Jumat.

Menurut Weldi, program budidaya ini tak hanya mendukung ketahanan pangan internal, tetapi juga mengenalkan konsep budidaya ikan dan pelestarian ekosistem air kepada anak usia dini melalui kolam edukatif di taman kanak-kanak.

Kapolres Tapin AKBP Weldi Rozika (tengah) beserta jajaran saat diwawancarai oleh media usai merilis bibit ikan nila di Rantau, Kabupaten Tapin, Jumat (8/8/2025). (ANTARA/Muhammad Rastaferian Pasya)


Ia menyebutkan Pemilihan ikan gabus dinilai strategis karena kandungan albuminnya yang tinggi bermanfaat untuk kesehatan, terutama mempercepat penyembuhan luka dan meningkatkan imunitas tubuh.

“Kami mengintegrasikan aspek ketahanan pangan dan kesehatan dalam satu program,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh Polsek di wilayah hukum Tapin juga diminta menerapkan program serupa dengan menyesuaikan kondisi lahan masing-masing. 

"Bagi Polsek yang tidak memiliki area luas, budidaya dapat dilakukan menggunakan sistem bioplok sebagai alternatif nya," ucap Weldi.

Baca juga: Pemerintah Banjarmasin dorong petani ikan budi daya kolam terpal

Weldi mengungkapkan, hasil panen nantinya akan dikelola melalui koperasi internal Polres Tapin, lalu didistribusikan kepada personel sebagai bentuk dukungan ekonomi dan kesejahteraan anggota.

“Melalui budidaya ikan ini, kami ingin menumbuhkan semangat swasembada pangan, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan,” katanya.



Pewarta: Muhammad Rastaferian Pasya
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026