Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengirim kebutuhan pokok baik makanan maupun pakaian untuk para pengungsi di Kabupaten Tanah Bumbu dan Tanah Laut yang sejak dua hari terakhir rumahnya terendam banjir.
Kepala Teknis Kesiapsiagaan dan Bantuan Sosial pada Dinas Sosial Pemprov Kalsel Ahmadi di Banjarmasin, Sabtu, mengatakan, saat ini pihaknya sedang dalam perjalanan mengirim kebutuhan pokok terutama makanan untuk para pengungsi akibat banjir.
"Pengungsi paling banyak ada di Kecamatan Satui Kabupten Tanah Bumbu dengan jumlah tidak kurang dari 3.500 orang," katanya.
Warga korban banjir di beberapa desa di Kabupaten Tanah Bumbu tersebut, kata dia, mengungsi pada dua tempat yaitu di masjid dan di Gedung Olahraga Sungai Danau, hingga banjir kembali surut.
Dengan demikian, kata dia, pengalokasian bantuan makanan diutamakan di daerah pengungsian tersebut, karena menurut informasi warga tidak sempat menyelamatkan harta benda ketika banjir datang.
"Kami juga telah mendistribusikan bantuan pada beberapa daerah banjir di Kabupaten Tanah Laut untuk kebutuhan makan hingga satu minggu ke depan," katanya.
Dinsos, kata dia, juga akan terus memantau perkembangan banjir, kalau memang terjadi kekurangan pangan pihaknya akan segera mengirimkan bantuan tambahan, baik itu beras dan lauk pauk.
Selain Dinsos Kalsel, sebanyak 12 tagana, empat seat dapur umur, logistik dan keperluan peralatan keamanan selama banjir juga telah dikirimkan.
Beberapa daerah di Tanbu yang kini mengalami banjir besar antara lain desa Sinar Bulan. Menurut informasi banjir di desa tersebut cukup besar, selain merendam ratusan rumah banjir juga meluber hingga jalan raya.
Akibatnya, ratusan kendaraan roda empat maupun roda dua terjebak macet dan harus diseberangkan satu persatu.
Bila kondisi tersebut terus berlangsung, kata Madi, dikhawatirkan akan menghambat distribusi sembako ke Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.
Selain itu, banjir juga terjadi di Kecamatan Satui Barat, Sungai Danau dan beberapa daerah lain di Tanbu.
Banjir telah menyebabkan dua orang tewas yaitu Jufri (75) dan Galuh (35) terseret banjir yang arusnya cukup deras. Kini kedua korban telah dievakuasi.
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2010
Kepala Teknis Kesiapsiagaan dan Bantuan Sosial pada Dinas Sosial Pemprov Kalsel Ahmadi di Banjarmasin, Sabtu, mengatakan, saat ini pihaknya sedang dalam perjalanan mengirim kebutuhan pokok terutama makanan untuk para pengungsi akibat banjir.
"Pengungsi paling banyak ada di Kecamatan Satui Kabupten Tanah Bumbu dengan jumlah tidak kurang dari 3.500 orang," katanya.
Warga korban banjir di beberapa desa di Kabupaten Tanah Bumbu tersebut, kata dia, mengungsi pada dua tempat yaitu di masjid dan di Gedung Olahraga Sungai Danau, hingga banjir kembali surut.
Dengan demikian, kata dia, pengalokasian bantuan makanan diutamakan di daerah pengungsian tersebut, karena menurut informasi warga tidak sempat menyelamatkan harta benda ketika banjir datang.
"Kami juga telah mendistribusikan bantuan pada beberapa daerah banjir di Kabupaten Tanah Laut untuk kebutuhan makan hingga satu minggu ke depan," katanya.
Dinsos, kata dia, juga akan terus memantau perkembangan banjir, kalau memang terjadi kekurangan pangan pihaknya akan segera mengirimkan bantuan tambahan, baik itu beras dan lauk pauk.
Selain Dinsos Kalsel, sebanyak 12 tagana, empat seat dapur umur, logistik dan keperluan peralatan keamanan selama banjir juga telah dikirimkan.
Beberapa daerah di Tanbu yang kini mengalami banjir besar antara lain desa Sinar Bulan. Menurut informasi banjir di desa tersebut cukup besar, selain merendam ratusan rumah banjir juga meluber hingga jalan raya.
Akibatnya, ratusan kendaraan roda empat maupun roda dua terjebak macet dan harus diseberangkan satu persatu.
Bila kondisi tersebut terus berlangsung, kata Madi, dikhawatirkan akan menghambat distribusi sembako ke Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.
Selain itu, banjir juga terjadi di Kecamatan Satui Barat, Sungai Danau dan beberapa daerah lain di Tanbu.
Banjir telah menyebabkan dua orang tewas yaitu Jufri (75) dan Galuh (35) terseret banjir yang arusnya cukup deras. Kini kedua korban telah dievakuasi.
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2010