Batulicin, (Antaranews Kalsel) - Desa Matone, Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, terpilih menjadi daerah tujuan 36 pemuda pertukaran Indonesia-Australia.
Asisten Bidang Pemerintahan, Setda Tanah Bumbu, H Idjra`i, di Batulicin, Selasa, mengatakan, sebuah kebanggaan yang luar biasa Kabupaten Tanah Bumbu, khususnya Desa Matone terpilih menjadi tempat diadakannya pertukaran pemuda Indonesia-Australia 2014 yang akan berlangsung selama 21 hari.
"Pemkab Tanah Bumbu sangat mengharapkan masyarakat agar bisa memberikan pelayanan sebaik mungkin terhadap semua kegiatan yang dilaksanakan oleh 36 pemuda pertukaran Indonesia - Australia," terangnya.
Perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Abri Eko Nuryanto menuturkan, Desa Matone Kabupaten Tanah Bumbu dianggap layak dijadikan tempat kegiatan pertukaran pemuda Indonesia - Australia.
Karena, lanjut dia, Desa Matone merupakan desa yang dianggap maju dari segi potensi wisata, dan kearifan lokal masyarakat setempat dapat dijadikan inspirasi bagi mereka untuk dijadikan bahan studi.
Abri mengemukakan, sebelum menetapkan Desa Matone, tim terlebih dahulu melakukan survei ke beberapa desa yang ada di Kalimantan Selatan.
"Dan hasil dari penilaian tim, maka Kabupaten Tanah Bumbu lah yang terpilih, khususnya Desa Matone, Kecamatan Kusan Hilir," ucapnya.
Selain kegiatan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, kegiatan pemuda Indonesia-Australia nantinya juga mengarah pada pengenalan budaya lokal.
Ke-18 pemuda Indonesia yang berasal dari perwakilan 34 provinsi di Indonesia, dan 18 pemuda asal Australia akan mengenalkan beberapa kebudayaan masing-masing, dan masyarakat setempat juga akan mendapatkan wawasan kebudayaan dari daerah luar.
"Kegiatan ini tidak saja membuka wawasan tentang sebuah kebudayaan, lebih dari itu kegiatan pertukaran pemuda Australia-Indonesia akan menjadi jembatan antarnegara, untuk mempererat hubungan Indonesia dengan Australia, sebagai negara tetangga yang kedepannya akan lebih baik lagi," ujarnya.
Kepala Desa Matone, Andi Jaya, memperkenalkan kondisi Desa Matone, baik secara geografis, maupun kultur masyarakatnya kepada pemuda Indonesia-Australia.
 Andi Jaya juga meminta ke-36 pemuda untuk membuka amplop masing-masing, di mana isi amplop tersebut berisi nama orangtua angkat yang akan dijadikan tempat pemuda tersebut menginap. Â
Editor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2014