Anggota DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Firman Yusi SP meminta agar pemerintah memastikan jalur distribusi sembako dan bahan bakar minyak (BBM) ke daerah hulu sungai atau "Banua Anam" provinsi tersebut aman.

"Amankan jalur distribusi sembako dan BBM ke daerah hulu sungai provinsi ini," tegas Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Komisi IV Bidang Kesra DPRD Kalsel tersebut melalui WA-nya, Jumat (22/1) malam.

Sebab, menurut wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel V/Kabupaten Tabalong, Balangan dan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) tersebut, saat ini masyarakat daerah hulu sungai mulai merasakan sulitnya memperoleh sembako dan BBM akibat terganggunya distribusi kedua bahan pokok itu.

“Saat ini mulai terjadi kelangkaan sejumlah bahan pokok seperti telur, dan bahkan beras, serta BBM. Buktinya harga telur dan BBM di tingkat eceran, terkhusus BBM di luar SPBU mulai terjadi kenaikan,” ujarnya di sela-sela kunjungan kerja Komisi IV DPRD Kalsel terkait pengawasan penanganan bencana di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dan Balangan.

Mantan anggota DPRD "Bumi Saraba Kawa" Tabalong itu berharap, pemerintah provinsi (Pemprov) setempat segera turun tangan mengatur dan menjamin proses distribusi yang terganggu sebagai dampak dari banjir besar yang melanda sebelas kabupaten/kota di Kalsel dalam sepekan terakhir ini. 

"Terendamnya sejumlah ruas jalan nasional/Trans Kalimantan saat puncak banjir sekitar 14 – 18 Januari lalu, ditambah sempat putusnya jembatan di Mataraman, Kabupaten Banjar dan Kapuh HST cukup mengganggu distribusi bahan pokok dan BBM yang biasanya disuplai dari Banjarmasin,” jelasnya.

Wakil rakyat yang cukup "vokal" dari PKS itu menyarankan, buat menjamin kelancaran distribusi agar akses alternatif yang digunakan untuk menghindari jembatan putus di Mataraman dan Kapuh tersebut dalam mendistribusikan sembako dan BBM pada jam tertentu dengan bantuan pengawalan dari aparat terkait.

"Jadi untuk menjamin kelancaran distribusi BBM dan sembako, jalan alternatif mulai Simpang Tiga Haji Duan yang tembus ke Danau Salak dan dari Simpang Empat Barikin, melalui Jalan Teluk Mesjid kembali ke Jalan A Yani pada jam tertentu dikhususkan bagi sembako dan BBM dengan bantuan pengawalan khusus dari aparat,” sarannya.

Kelangkaan BBM dan pasokan sembako juga mempengaruhi kecepatan penanggulangan bencana di "Bumi Murakata" HST yang menurut Firman menjadi daerah dengan dampak banjir bandang terberat dalam bencana kali ini.  

“Pergerakan tim penanggulangan bencana, baik pemerintah maupun relawan akan sangat dipengaruhi ketersediaan BBM dan sembako di hulu sungai," ujar laki-laki kelahiran"kota minyak" Tanjung (236 kilometer utara Banjarmasin), ibukota Tabalong itu.

"Pengamatan kami di lapangan, selain terganggunya distribusi, juga karena pembelian sembako secara besar-besaran oleh donatur dan relawan untuk disumbangkan ke korban bencana menjadi alasan utama kelangkaan bahan pokok itu," lanjut laki-laki kelahiran Tahun 1974 berbintang Scorpio tersebut.

Ia menambahkan, informasi kawan-kawan dari berbagai komunitas yang memberikan bantuan, mereka mulai kesulitan mendapatkan pasokan beras dan telur serta BBM untuk memobilisasi bantuan tersebut, karenanya pemerintah harus segera mengambil langkah-langkah mengatasi masalah itu.

Pada kesempatan kunjungan kerja dalam daerah provinsi setempat, 21 - 24 Januari 2021, semua komisi DPRD Kalsel turun ke kabupaten/kota dengan fokus memantau permasalahan yang berkaitan dengan bencana banjir, demikian Firman Yusi.

 

Pewarta: Syamsuddin Hasan

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2021