Potensi keindahan alam yang ada di wilayah bagian utara Kabupaten Tabalong, Kalsel, seakan tak pernah ada habisnya seperti di Kecamatan Jaro.

Wilayah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Timur  ini dikenal sangat banyak memiliki obyek wisata yang menawarkan panorama alam.

 Terbaru, di Kampung Jawa Desa Jaro, kecamatan Jaro, telah dibuat sebuah lokasi wisata dengan menawarkan nuansa alam yang sangat eksotik.

 Lokasi yang dinamai Embung Sawah ini dikelilingi hamparan persawahan dengan padi yang mulai menguning dan dipadukan pemandangan dereten pegunungan yang masih hijau.

Di dalamnya juga ada kolam atau embung, pondok, serta jembatan di antara hamparan padi serta spot foto yang sangat menarik.

 Desa Jaro merupakan salah satu desa binaan CSR Adaro yang berhasil mendapatkan penghargaan tropi desa proklim “utama” tingkat nasional tahun 2020 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Seperti diketahui, tropi Proklim ini ada empat tingkatan yakni Pratama, Madya, Utama dan Lestari.

 Tingkatan Lestari adalah yang tertinggi.

Untuk mendapatkan tropi Proklim Lestari, minimal kelompok tersebut telah mengembangkan kegiatan proklim ke 10 lokasi desa atau dusun lainnya.

Keberhasilan Desa Jaro dalam meraih tropi tak lain berkat kerjasama dan kolaborasi yang baik antara Adaro, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabalong dan masyarakat Desa Jaro.

Terkait program ini ada beberapa kegiatan unggulan yang dilakukan Desa Jaro dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

 Di antaranya, pengelolaan agrowisata alam sawah dan pemukiman petani yang bersih, hijau dan tertata indah, kemandirian masyarakat dari usaha penangkaran bibit padi unggul dan hasil pangan padi dan peternakan sapi komunal.

Selain itu juga ada dilakukan pengolahan limbah kotoran sapi, baik yang padat maupun cair menjadi pupuk kandang dan bio urine serta dimanfaatkan untuk biogas.

Program Kampung Asri - Desa Jaro dilaksanakan CSR Adaro sejak tahun 2018 bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabalong hingga saat ini dan langsung menyabet penghargaan.
 
Foto Antaranews.Kalsel/ist (Istimewa)
 Ketua Pengelola Embung Sawah, Supriyadi, menjelaskan  pihaknya berencana membuka lokasi wisata tersebut sejak sekitar enam bulan lalu namun karena terkendala pandemi sehingga baru dibuka  September lalu.

 "Ini kami buat kelompok sadar wisata yang ada di sini melihat potensi suasana alam yang bagus," kata Ketua Pokdarwis Kamboja ini.

"Lahan ini asal usulnya memang persawahan dan kelompok sadar wisata bekerja sama dengan pemilik lahan dengan perjanjian hak pakai," ujarnya.

Disampaikannya juga karena baru dibuka maka fasilitas yang ada di lahan sekitar 1,5 hektare ini sementara ada berupa gazebo, aula, WC, warung dan spot foto.

Pewarta: Herlina Lasmianti

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2020