Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Anggota komisi IV bidang kesra DPRD Kalimantan Selatan H Asmara Yanto berpendapat, perlu segera evaluasi menurunnya hasil Ujian Nasional (UN) tahun 2014 bagi Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) di provinsinya.


"Menurunya tingkat kelulusan SMA/MA di Kalsel pada UN 2014, dimana letak permasalahan agar sedini mungkin pula kita melakukan langkah-langkah perbaikan, sehingga kelulusan pada UN mendatang kembali meningkat," tandasnya di Banjarmasin, Selasa.

Menurut dia, salah satu sasaran evaluasi tersebut para pengajar atau guru sekolah itu, yaitu sampai sejauhmana mereka melaksanakan tugas. "Apakah betul-betul melaksanakan tugas sesuai standar yaitu 24 jam pelajaran per minggu," ujarnya.

"Dikhawatirkan pemenuhan jam pembelajaran itu hanya di atas kerta, sehingga anak didik tak mendapatkan pelajaran secara maksimal. Hal itu sudah barang tentu pula akan berdampak pada hasil ujian," lanjut anggota Komisi IV DPRD Kalsel yang juga membidangi pendidikan tersebut.

"Sebab saya menerima informasi, ada guru yang melaksanakan ibadah umrah, tapi yang bersangkutan tetap tertulis telah melaksanakan tugas mengajar 24 jam pelajaran/minggu," ungkap wakil rakyat yang menyandang gelar sarjana hukum itu, tanpa menyebut daerah atau identitasnya.

Politisi Partai Bintang Reformasi (PBR) itu menyatakan, tak permasalahan bagi orang yang mau melaksanakan ibadah umrah, karena hal tersebut merupakan kegiatan keagamaan yang menjadi hak bagi setiap orang.

"Namun kalau mau umrah, perlu memperhitungkan waktu-waktu liburan panjang sekolah sehingga proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak terganggu. Bisa pula guru yang melakukan umrah itu menunjuk guru honor atau bisa menggantikan menggajar," sarannya.

Politisi PBR yang pada Pemilu legislatif tahun 2014 pindah ke Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu menyatakan, tidak sependapat kalau menurunnya kelulusan hasil UN bagi SMA/MA di Kalsel kesalahan atau kelemahan ditimpakan kepada anak didik.

"Persoalan menurunnya kelulusan itu tak bisa semata-mata kelemahan atau kesalahan peserta didik, tapi mungkin ada faktor dominan lain, seperti masalah guru, sarana dan prasarana pendidikan. Permasalahan itu semua harus kita benahi dan perbaiki," demikian Asmara Yanto.

Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Kalsel Dr Ngadimun kepada wartawan menerangkan, peserta UN 2014 bagi SMA/MA di provinsinya tercatat 305 orang yang tidak lulus.

"Ketidak lulusan tersebut mengalami peningkatan sekitar 0,38 persen bila dibandingkan dengan hasil UN 2013 bagi SMA/MA di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota ini," ungkapnya.

  Peserta UN 2014 bagi SMA/MA di Kalsel tercatat 24.602 siswa dari 317 sekolah, dengan tingkat kelulusan hanya mencapai 98,95 persen, demikian Ngadimun.    

Pewarta:

Editor : Hasan Zainuddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2014