Bank Indonesia Banjarmasin, Kalimantan Selatan, akan melakukan tes laboratorium khusus penukaran uang rusak akibat terbakar untuk memastikan keaslian uang tersebut.
Hal tersebut disampaikan Pemimpin Bank Indonesia Banjarmasin sekaligus Direktur Regional Wilayah Kalimantan Khairil Anwar di Banjarmasin, Senin.
"BI kini membuka loket penukaran uang rusak, maupun tidak layak edar untuk meningkatkan kualitas uang layak edar di daerah ini," katanya.
Menurut dia, uang rusak atau lusuh akan diganti secara penuh kecuali uang tersebut robek separuh, kendati telah disambung uang tersebut tidak bisa ditukar.
Sedangkan uang rusak akibat terbakar, kata Khairil akan diteliti terlebih dahulu sebelum diganti, bahkan apabila diperlukan akan dilakukan pemeriksaan laboratorium.
Menurut dia, kelancaran transaksi ekonomi masyarakat, baik yang menggunakan sarana pembayaran tunai maupun non-tunai, menjadi salah satu fokus perhatian Bank Indonesia Banjarmasin.
Hal tersebut dilakukan, tambah Khairil, dalam upaya memperlancar transaksi tunai, yang baik dan layak digunakan atau diistilahkan sebagai Uang Layak Edar (ULE).
Selain itu, kata dia, juga dimaksudkan agar masyarakat dengan mudah dapat mengenali ciri-ciri keaslian uang rupiah dan terhindar dari kejahatan uang palsu.
Seiring dengan tingginya perputaran uang di masyarakat, kondisi fisik uang khususnya uang kertas akan mengalami kelusuhan.
Selain itu perlakuan terhadap uang yang tidak benar juga mempercepat kerusakan fisik uang.
"Dalam penggunaan uang sehari-hari, kita sering menemukan uang yang berlubang, dicorat-coret, robek, mengkerut, diselotip di sana-sini, bahkan sudah tidak utuh lagi," katanya.
Pada kasus-kasus tertentu, uang kertas juga bisa mengalami kerusakan karena terbakar. Berbagai kondisi tersebut menyebabkan uang menjadi tidak layak diedarkan kembali dan uang ini harus diganti dengan ULE.
Menyerap uang tidak layak edar tersebut, BI Banjarmasin membuka layanan penukaran uang lusuh, uang cacat maupun uang rusak pada setiap hari Senin dan Kamis.
Selain melayani penukaran di kantor Bank Indonesia Banjarmasin, masyarakat juga bisa melakukan penukaran uang tidak layak edarnya dalam kegiatan Kas Keliling Bank Indonesia.
"Masyarakat tidak perlu khawatir apabila kebetulan memiliki uang yang dikategorikan tidak layak edar tersebut, karena dapat segera menukarkannya ke BI," katanya.
Sepanjang uang tersebut asli, kata Khairil uang lusuh dan cacat dapat diganti secara penuh.
Secara umum uang yang robek, berlubang, dan mengkerut akan diganti selama fisik uang lebih besar dari 2/3 ukuran aslinya dan ciri uang dapat dikenali keasliannya.
Namun demikian, Bank Indonesia tidak memberikan penggantian atas uang rusak apabila menurut Bank Indonesia kerusakan uang tersebut dilakukan dengan sengaja. (B)
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2011